Iran Nyatakan Solidaritas untuk Oman usai Ancaman Trump soal Selat Hormuz
Iran menyatakan solidaritasnya terhadap Oman setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan militer apabila negara tersebut bekerja sama dengan Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz.
Dilansir Al Jazeera, Kamis (28/5/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menanggapi ancaman yang dilontarkan Trump dan menyebut Iran mendukung Oman di tengah tekanan dari pejabat AS.
Baca Juga: Rapat Kabinet Digelar Trump di Camp David, Bahas Iran dan Hormuz
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengancam akan “meledakkan” Oman apabila negara tersebut tidak “berperilaku seperti negara lain” terkait isu pengawasan jalur strategis Selat Hormuz.
Selain itu, Baghaei juga mengutuk serangan terbaru AS terhadap wilayah Bandar Abbas di Iran.
Sebelumnya, Trump menyampaikan ancaman tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu.
Awalnya, seorang reporter meminta pendapat Trump mengenai kemungkinan Iran dan Oman mengawasi perdagangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi lebih dari 20 persen lalu lintas minyak dunia.
“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan selat tersebut?” tanya reporter.
Trump kemudian menegaskan tidak ada pihak yang boleh mengendalikan Selat Hormuz dan menyebut wilayah itu sebagai perairan internasional.
“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump.
Sempat muncul spekulasi bahwa Trump salah menyebut Oman dan sebenarnya bermaksud mengatakan Iran. Namun, Departemen Luar Negeri AS kemudian membagikan kutipan tersebut di media sosial dengan transkrip yang tetap merujuk pada Oman.
Baca Juga: Belum Puas degan Tawaran Damai Iran, Trump Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Diketahui, Oman selama ini dikenal sebagai negara netral dan belum pernah menyatakan ingin bekerja sama dengan Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz.
AS dan Oman juga memiliki hubungan diplomatik yang erat selama lebih dari 200 tahun, termasuk kerja sama di bidang keamanan, perdagangan bebas, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.
