Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah, AS Tunda Operasi Militer untuk Negosiasi
Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri konflik yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas dorongan dari Amerika Serikat agar Iran memberikan konsesi dalam negosiasi damai.
“Tidak ada yang bisa memaksa kami menyerah,” tegas Pezeshkian.
Ia juga menekankan bahwa kelompok kepercayaan Syiah tidak dapat ditekan melalui kekuatan militer.
Selain itu, Pezeshkian mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Irak dan mendesak AS untuk menghentikan ancaman militer di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa strategi keamanan terbaru di Selat Hormuz bertujuan membatasi aliran senjata menuju pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Baca Juga: 62 Persen Warga AS Tak Puas dengan Kinerja Trump, Ungkap Survei
AS Tunda “Project Freedom” demi Negosiasi
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa operasi militer AS untuk membuka jalur Selat Hormuz, yang dikenal sebagai “Project Freedom”, ditunda sementara guna memberi ruang bagi proses negosiasi.
Ia menyatakan bahwa meskipun blokade tetap diberlakukan, pengawalan kapal akan dihentikan untuk sementara waktu.
Langkah ini diambil hanya beberapa jam setelah pejabat AS memaparkan rencana operasi tersebut secara terbuka.
Di tengah situasi tersebut, negosiasi antara kedua negara terus berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pakistan sebagai mediator.
Sejumlah pejabat AS juga disebut aktif dalam proses perundingan, meski belum jelas konsesi apa yang menjadi titik krusial dalam pembahasan.
Namun, kebijakan Trump menuai kritik dari dalam negeri. Anggota parlemen AS Raja Krishnamoorthi menilai klaim bahwa perang telah berakhir tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Rakyat Amerika tidak menginginkan perang dengan Iran, dan penggambaran Trump tentang perang itu sama sekali tidak benar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa kesepakatan gencatan senjata masih belum stabil dan membutuhkan kejelasan lebih lanjut.
Baca Juga: AS Diminta Iran Tak Terprovokasi, Tegaskan Ada Kemajuan Negosiasi
“Rakyat Amerika dan Kongres membutuhkan kejelasan tentang apakah kebijakan saat ini menghasilkan keadaan akhir yang stabil atau apakah pengambilan keputusan Presiden Trump yang tidak menentu di kawasan itu akan menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan,” katanya.
Hingga kini, meski gencatan senjata telah diumumkan, kehadiran militer AS di kawasan dan kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran masih terus berlanjut, menandakan situasi yang belum sepenuhnya mereda.
