Kapan Kereta Baru ‘Kilat Pajajaran’ Mulai Beroperasi?
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengumumkan rencana pembangunan moda transportasi baru bernama Kilat Pajajaran. Kereta tersebut diklaim mampu melayani perjalanan Jakarta-Bandung hanya dalam 1,5 jam.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyepakati kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mewujudkan layanan tersebut.
“Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung,” jelas KDM melalui keterangan resmi di Bandung, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Untuk Atlet Indonesia, OJK Dukung Dana Pensiun Mandiri
Menurut dia, Pemprov Jabar akan mengalokasikan pembiayaan melalui APBD dengan anggaran sekitar Rp 2 triliun per tahun selama empat tahun masa pembangunan.
Ia pun mengatakan pembangunan pembangunan Kilat Pajajaran merupakan bagian dari upaya mengembalikan peradaban transportasi yang lebih baik di Jawa Barat. Moda tersebut disebut ramah lingkungan dan mampu menjangkau berbagai wilayah tanpa merusak jaringan tanah.
KDM juga mengajak pemerintah daerah di sepanjang rute untuk ikut berinvestasi. Ia menegaskan bahwa partisipasi daerah dapat menentukan titik pemberhentian kereta.
“Kabupaten yang tidak ikut investasi dalam pembangunan jalur kereta nyaman Kilat Pajajaran tidak berhenti di situ keretanya. Lewat. Sampai Bandung saja cukup,” kata dia.
Dengan target penyelesaian 2030, masyarakat kini menantikan kapan Kilat Pajajaran beroperasi dan sejauh mana proyek ini akan bersaing dengan layanan kereta cepat Whoosh yang sudah lebih dulu melayani rute Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Menkeu Siap Bekukan Bea Cukai, Ini Alasannya
