Kemenkeu: Belanja Negara Tembus Rp 2.911 Triliun per November 2025
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan perkembangan terbaru mengenai kinerja belanja hingga November 2025. Selama 11 bulan di tahun 2025, realisasi belanja negara telah tembus Rp 2.911,8 triliun atau mencapai 82,5% dari target APBN 2025.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menekankan bahwa belanja negara tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan stimulus fiskal penting untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat, terutama melalui bantuan sosial (bansos). Realisasi belanja bansos tercatat naik 19,2%.
“Pemerintah terus menyalurkan stimulus-stimulus fiskal untuk membantu konsumsi dan daya beli masyarakat,” kata Suahasil dalam konferensi pers dikutip Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Anggaran Kementerian Tak Terserap Rp 4,5 Triliun, Purbaya: Masih Ada yang Akan Kembalikan – Economix
Secara keseluruhan, pengelolaan APBN tetap sehat, dengan pendapatan negara yang mencapai 82,1% dari target, sejalan dengan belanja negara. Dari total belanja, pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 2.116 triliun, terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 1.110,7 triliun dan belanja non-K/L senilai Rp 1.005,5 triliun.
Seluruh komponen belanja K/L tumbuh positif dibandingkan 2024, termasuk belanja pegawai (9,3%), belanja modal (1,8%), dan belanja barang (1,3%). Belanja pensiun juga berjalan sesuai rencana, termasuk untuk 100 ribu pensiunan baru.
APBN juga mendukung daya beli masyarakat melalui realisasi subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 345,1 triliun atau 72,6% dari target, hal ini memastikan akses energi dan pupuk tetap terjangkau.
Baca Juga: Purbaya Rancang Sistem Canggih untuk Awasi Peredaran Rokok dan Cukai – Economix
Penyaluran BBM mencapai 15,6 juta kiloliter, LPG 3 kg 7,092 juta ton, dan pelanggan listrik bersubsidi meningkat menjadi 42,6 juta, melampaui target 42,1 juta. Pupuk bersubsidi telah tersalurkan 7,5 juta ton atau 84,3% dari target.
Menjelang penutupan tahun, Dirjen Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, menegaskan pemerintah akan mengoptimalkan sisa anggaran dengan tetap mengedepankan efisiensi dan produktivitas.
Adapun fokus tetap pada program prioritas pemerintah dan Presiden, sambil menjaga prinsip belanja efektif, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
“Jadi bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran, tapi juga kita memastikan anggaran itu tetap dibelanjakan seproduktif mungkin dan seefektif mungkin,” ujar Luky.
Baca Juga: Purbaya Lapor Prabowo, Ada Menteri Kurang Cepat Bergerak – Economix

[…] Kemenkeu: Belanja Negara Tembus Rp 2.911 Triliun per November 2025 […]
[…] Baca Juga: Kemenkeu: Belanja Negara Tembus Rp 2.911 Triliun per November 2025 – Economix […]