Purbaya Rancang Sistem Canggih untuk Awasi Peredaran Rokok dan Cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang merancang sistem teknologi canggih untuk memantau Cukai Hasil Tembakau (CHT). Langkah ini untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh peredaran rokok dan memastikan setoran cukai ke negara.
Purbaya menjelaskan bahwa rancangan pita cukai generasi terbaru ini merupakan hasil kerja sama antara Perum Peruri selaku pencetak resmi dengan seorang vendor teknologi penyedia kode (coding) khusus. Kode ini dirancang untuk melacak asal-usul produksi dan perjalanan distribusi setiap produk rokok.
“Pita cukai itu masih di Peruri, cuma dikerjasamakan dengan satu perusahaan, kalau jadi ya. Ada coding yang lebih canggih dari yang ada sekarang. Peruri yang ajuin proposalnya,” ujarnya dikutip pada Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Anggaran Kementerian Tak Terserap Rp 4,5 Triliun, Purbaya: Masih Ada yang Akan Kembalikan – Economix
Inisiatif perancangan sistem ini turut mendapat masukan dari Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, yang mengusulkan perlunya sistem otomatisasi dengan kemampuan pemantauan terpusat di Bea Cukai.
Setelah melakukan peninjauan, Purbaya memberikan penilaian positif. Menurutnya, sistem tersebut efektif untuk pemantauan real-time produksi rokok dan kompatibel untuk dihubungkan dengan sistem pusat DJBC.
Dalam sistem yang dirancang, setiap barang kena cukai akan dapat dilacak melalui kode khusus yang tertanam dalam stiker cukai canggih tersebut.
Dengan menggunakan perangkat genggam atau alat khusus, petugas dapat mengidentifikasi secara instan lokasi produksi suatu rokok.
Baca Juga: Purbaya Lapor Prabowo, Ada Menteri Kurang Cepat Bergerak – Economix
Purbaya berharap sistem pengawasan yang lebih ketat dan menyeluruh ini dapat mendongkrak realisasi penerimaan negara dari cukai rokok. Pengawasan yang lebih rapat diharapkan dapat menutup celah potensi kerugian negara.
Meski potensinya dinilai besar, Purbaya menekankan bahwa penerapan sistem ini masih dalam tahap rencana. Saat ini, proses implementasi masih terkendala pada tahap negosiasi harga dengan pengembang teknologi. Purbaya berharap harga akhir yang disepakati tidak memberatkan anggaran.
Di luar sektor cukai, Purbaya juga mengungkapkan rencana perbaikan sistem perpajakan secara menyeluruh melalui digitalisasi, termasuk untuk transaksi perdagangan luar negeri.
Namun, untuk rencana digitalisasi pajak ini, ia mengakui adanya tantangan karena sistem yang ditawarkan oleh vendor dinilai masih kompleks dan belum sepenuhnya siap.
Baca Juga: Kisah Purbaya Pernah Tolak Permintaan Bos Danantara, Soal Apa? – Economix
