Kim Jong Un Muncul Usai Diisukan Tewas, Ini Faktanya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali muncul di hadapan publik setelah beredar kabar di media sosial yang menyebut dirinya meninggal dunia akibat pendarahan otak. Kemunculannya diketahui melalui foto kunjungan ke sebuah pameran mode di Korea Utara.
Mengutip New York Post dan Korea Herald, Selasa (20/10/2026), Kim terlihat mengamati sejumlah produk sepatu dan pakaian wanita saat menghadiri Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 pada Senin. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, kemudian menerbitkan foto-foto kunjungan tersebut ketika rumor mengenai kondisi Kim ramai diperbincangkan di dunia maya.
Dalam dokumentasi yang dirilis, Kim tampak ditemani istri dan putrinya, Ri Sol-ju dan Ju-ae.
Baca Juga : Eropa Dilanda Demo Besar, Ini Pemicu Kerusuhan di Prancis dan Italia
Foto-foto itu muncul beberapa jam setelah kabar yang belum terkonfirmasi menyebar secara daring. Rumor tersebut menyebutkan bahwa pemimpin Korea Utara berusia 42 tahun itu mengalami pendarahan otak parah, kemudian koma dan meninggal dunia setelah dibawa ke Beijing untuk menjalani perawatan darurat.
Meski demikian, foto yang dipublikasikan KCNA belum diverifikasi secara independen. Waktu pengambilan gambar tersebut juga belum dapat dipastikan, sehingga kemunculan foto tidak dengan sendirinya menjelaskan kapan kondisi Kim terakhir kali diperiksa secara langsung.
Saat mengunjungi pameran tersebut, Kim menyampaikan apresiasi terhadap produk yang dipamerkan. Ia menilai beragam barang buatan dalam negeri menunjukkan kemajuan yang “pesat dan substansial” dalam sektor industri ringan Korea Utara.
Pameran itu dilaporkan menampilkan lebih dari 70.700 potong pakaian yang terbagi dalam lebih dari 30 jenis. Selain itu, terdapat lebih dari 170.000 pasang sepatu dengan lebih dari 60 jenis produk. Seluruh barang tersebut berasal dari pabrik industri ringan di berbagai wilayah Korea Utara yang dikembangkan melalui kebijakan pembangunan daerah Kim.
Baca Juga : Jenderal Pakistan Kunjungi Iran, Upaya Damai Masih Mandek
Kim menyebut capaian tersebut sebagai bukti penerapan kebijakan Partai yang berorientasi pada pemerataan pembangunan antara wilayah pusat dan daerah, termasuk kawasan perkotaan dan pedesaan.
“Ini merupakan bukti nyata akan validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan, demi mencapai pembangunan yang serentak dan seimbang di seluruh negeri,” ujar Kim Jong Un, sebagaimana dikutip oleh KCNA.
