Koperasi Merah Putih Bakal Gabungkan Pembiayaan hingga Layanan Kesehatan
Pemerintah terus mematangkan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya memperluas inklusi keuangan, memperkuat ekonomi pedesaan, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
Melalui program ini, koperasi akan mengintegrasikan layanan pembiayaan mikro, perdagangan ritel, logistik, hingga pelayanan kesehatan primer dalam satu jaringan yang terhubung.
Baca Juga: Diaktifkan DJP, 143,449 Wajib Pajak Dormant pada 2026
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, salah satu tujuan utama program tersebut adalah membantu masyarakat desa terhindar dari praktik pinjaman online ilegal maupun rentenir yang kerap membebani warga dengan bunga tinggi.
“Salah satu fungsi utama Koperasi Desa Merah-Putih adalah menyediakan pembiayaan mikro agar warga desa tidak lagi terjebak oleh platform pinjaman online ilegal dan rentenir,” kata Ferry saat berkunjung ke kantor pusat B-Universe Media Holdings di Tangerang, Senin.
Selain menyediakan akses pembiayaan, koperasi juga akan dilengkapi fasilitas gudang dan logistik untuk mendukung distribusi barang kebutuhan pokok.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mempersingkat rantai pasok sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran barang ke masyarakat.
Tak hanya itu, setiap Koperasi Desa Merah Putih direncanakan memiliki gerai ritel yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah juga mendorong koperasi untuk mengoperasikan klinik kesehatan primer yang terhubung dengan program BPJS Kesehatan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi warga desa.
Menurut Ferry, jaringan koperasi yang tersebar di berbagai daerah juga berpotensi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.
Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak peluang kerja di daerah asalnya sehingga dapat mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar.
Ia menambahkan, pemerintah menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, koperasi didorong untuk memperkecil kesenjangan dengan perusahaan swasta dan BUMN dalam hal aset, skala bisnis, dan partisipasi publik,” ujar Ferry.
Baca Juga: Disetujui Prabowo, Solar Nelayan Kapal 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000/Liter
Pemerintah juga berupaya memperluas peran koperasi agar dapat terlibat dalam sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri mineral, minyak sawit mentah (CPO), hingga jasa keuangan.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
Sebagai bagian dari program tersebut, pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih selama masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Setiap koperasi akan memperoleh dukungan pemerintah sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan fasilitas dan modal kerja awal.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 83 triliun pada tahun ini.

[…] Koperasi Merah Putih Bakal Gabungkan Pembiayaan hingga Layanan Kesehatan […]