Luhut Dorong Danantara Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mendorong Danantara Indonesia untuk berperan sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) ekonomi nasional. Menurutnya, investasi yang dilakukan Danantara harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Luhut saat menerima jajaran pimpinan Danantara Investment Management untuk membahas pematangan strategi investasi nasional 2027.
Pertemuan tersebut juga membahas upaya memperkuat kontribusi Danantara dalam mendorong transformasi ekonomi, membangun kemandirian industri, serta meningkatkan efisiensi birokrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : Purbaya Beberkan Capaian Kemenkeu, Sita 190 Kg Emas
Berdasarkan paparan yang diterima DEN, total permodalan Danantara Indonesia pada 2025 mencapai Rp310 triliun. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat sepanjang 2026-2027, menjadi sekitar Rp620 triliun hingga Rp930 triliun.
“Saya tekankan bahwa investasi tidak boleh hanya dilihat dari besarnya angka di atas kertas. Indikator utamanya adalah dampak nyata: menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, mendorong alih teknologi, dan mengurangi ketergantungan kita terhadap impor,” ujar Luhut dalam keterangan resmi.
Luhut menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup dinilai dari besarnya dana yang dikelola. Kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi ukuran penting.
Danantara Perluas Investasi Strategis
Untuk mencapai sasaran tersebut, Danantara terus memperluas portofolio investasi strategis sepanjang 2026, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.
Sejumlah sektor yang menjadi prioritas antara lain transisi energi, proyek minyak dan gas internasional, pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pembangunan platform pangan berskala besar.
Danantara juga menempatkan pengembangan ekosistem protein regional sebagai salah satu fokus investasi. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pasar Indonesia sekaligus mendorong transfer teknologi sehingga daya saing industri pangan nasional dapat meningkat.
Selain itu, DEN dan Danantara sepakat memperbaiki Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai salah satu indikator untuk meningkatkan efisiensi investasi.
Baca Juga : Purbaya Siap Tambah Anggaran untuk Penanganan Bencana
Upaya tersebut akan dilakukan melalui reformasi struktural, seperti penyederhanaan regulasi, percepatan proses perizinan, serta integrasi sistem investasi yang lebih transparan.
Menurut Luhut, berbagai langkah tersebut diperlukan untuk menekan biaya ekonomi tinggi yang selama ini menjadi salah satu kendala investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“DEN mendukung penuh penguatan peran Danantara agar diberi ruang gerak luas. Karena yang perlu kita kawal bukan hanya pertumbuhan nilai investasinya, melainkan keberanian dan tekad dalam memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar bekerja bagi rakyat dan masa depan Indonesia,” tegas Luhut.

[…] Luhut Dorong Danantara Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional […]
[…] Luhut Dorong Danantara Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional […]