Menteri Israel Minta 40 Warga Gaza Dibunuh Tiap Malam
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menjadi sorotan setelah menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza. Ia bahkan meminta Israel menargetkan puluhan warga Palestina setiap malam.
Pemimpin partai sayap kanan jauh Jewish Power tersebut menilai Israel tidak seharusnya membatasi serangan hanya kepada orang-orang yang dianggap memberikan ancaman langsung. Dalam sebuah wawancara, Ben-Gvir mendorong serangan udara berskala luas di berbagai wilayah Gaza.
Ia menyebut sekitar “30 hingga 40 warga Gaza” seharusnya dibunuh dalam serangan setiap malam.
Baca Juga : Trump Ancam Bom Oman, Minyak Brent Tembus US$91
Ben-Gvir juga menolak pengecualian terhadap warga Palestina yang tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Ia bahkan melontarkan pernyataan yang merendahkan dengan menyebut sebagian orang Palestina “tidak layak untuk hidup” dan “sama sekali bukan manusia”.
Dalam wawancara yang dikutip Jerusalem Post, Ben-Gvir menyinggung seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada Rom Braslavski saat ditahan di Gaza. Ia menyebut perempuan tersebut sebagai “teroris” dan mengatakan orang itu “perlu ditembak di bagian kepala.”
Braslavski merupakan tentara Israel yang ditangkap pada 7 Oktober 2023. Ia kemudian dibebaskan melalui pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 13 Oktober 2025.
Ben-Gvir juga kembali menyerukan agar orang-orang yang disebutnya sebagai “teroris” di Gaza “dibunuh satu per satu.”
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan desakannya agar operasi militer Israel di Gaza diperluas. Ia tidak hanya menginginkan serangan terhadap target tertentu, tetapi juga serangan udara yang lebih luas di wilayah tersebut.
Selain menyerukan peningkatan serangan, Ben-Gvir kembali mendorong pembangunan permukiman Israel di Jalur Gaza.
“Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita,” katanya.
Menurut Ben-Gvir, pembangunan permukiman tidak seharusnya hanya dilakukan di kawasan bekas Gush Katif yang dievakuasi Israel pada 2005. Ia menginginkan permukiman Israel dibangun di seluruh wilayah Gaza.
Baca Juga : Purbaya Ungkap Dana BNPB Rp 5 Triliun untuk Bencana
Ia juga menyerukan agar sebanyak mungkin warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela.
Dalam kesempatan yang sama, Ben-Gvir menyatakan kepuasannya terhadap kondisi tahanan Palestina di penjara Israel. Pernyataan tersebut muncul ketika kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel memperkirakan sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, berada di penjara-penjara Israel.
Ben-Gvir turut meminta organisasi hak asasi manusia Israel yang mendorong kehidupan berdampingan antara warga Palestina dan Israel, termasuk Peace Now dan Standing Together, dilarang beraktivitas.
Ia menuduh organisasi-organisasi tersebut mendukung terorisme, tetapi tidak memberikan bukti atas tuduhan tersebut.
