Purbaya Sebut Danantara Siapkan Dividen BUMN untuk Cadangan APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) telah menyiapkan alokasi dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang akan digunakan sebagai cadangan fiskal pemerintah.
Meski demikian, pemerintah masih membahas besaran dan mekanisme alokasi tersebut bersama BPI Danantara. Purbaya memastikan keputusan mengenai penyerahan cadangan fiskal akan ditetapkan tahun ini.
Baca Juga: Update Greenland: Trump Tekan Eropa, Putin Mulai Bergerak
“Masih dibicarakan dengan pak Rosan. Diputuskan tahun ini, katanya. Dananya sudah ada, tetapi masih dibicarakan,” ujar Purbaya.
Sejak Danantara dibentuk, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan dividen BUMN yang sebelumnya masuk dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) kepada Danantara.
Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagian keuntungan yang diperoleh Danantara akan dicadangkan untuk keuangan negara.
Menurut Purbaya, cadangan tersebut nantinya dapat membantu pemerintah mengurangi kebutuhan untuk menarik utang baru.
“Ada ide presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu yang bisa ngurangin utang kita juga,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya mendapat laporan mengenai peningkatan pendapatan BPI Danantara yang mencapai sekitar 400 persen.
Kenaikan tersebut dilaporkan terjadi dalam satu tahun setelah Danantara diluncurkan pada 2025. Meski demikian, Prabowo meminta capaian tersebut diverifikasi melalui proses audit.
Baca Juga: Isu Greenland Berpotensi Jadi Highlight Utama di WEF
“Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200%, ini tetap peningkatan yang sangat signifikan dalam satu tahun bekerja,” kata Prabowo.
Saat ini, Danantara mengelola total aset BUMN yang disebut mencapai sekitar 1.000 miliar dollar AS atau setara Rp 17.800 triliun.
Danantara juga ditargetkan mampu menghasilkan keuntungan sedikitnya Rp 800 triliun atau sekitar 50 miliar dollar AS per tahun untuk kas negara.
