OJK Ungkap Rahasia Pentingnya Perencanaan Keuangan Pelajar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan untuk diperkenalkan sejak usia dini.
Chief of the Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, menyampaikan bahwa pendidikan finansial memiliki peran besar dalam membentuk kualitas kehidupan pelajar setelah mereka menyelesaikan masa sekolah.
Baca Juga : OJK Sebut Utang Warga RI di Paylater Tembus Rp 36,57 Triliun
Cecep menjelaskan bahwa melalui pendidikan keuangan, para pelajar dapat mulai membangun kebiasaan merencanakan kebutuhan dan tujuan kecil sejak muda. Kebiasaan inilah yang nantinya membantu mereka merancang masa depan secara lebih matang.
Serta menilai, pendidikan finansial merupakan alat yang dapat mengubah impian menjadi rencana nyata, dan rencana tersebut diwujudkan menjadi masa depan yang lebih baik.
Dalam acara Maybank Regional Financial Education Excellence (FinEx) Awards 2025 yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta pada Rabu (10/12), Cecep menuturkan bahwa pelajar kini tidak lagi hanya berperan sebagai penonton dalam pembangunan.
Mereka juga disebut sebagai calon inovator yang akan menentukan arah maju negara. Karena itu, selain kemampuan akademis, keterampilan dalam merencanakan keuangan adalah bagian penting dari kebiasaan hidup yang terstruktur.
Interaksi dengan uang ditekankan agar menekankan bahwa yang terjadi di hampir setiap aspek kehidupan. Setiap keputusan, keinginan, hingga perjalanan hidup seseorang membutuhkan perhitungan finansial yang baik. Pemahaman inilah yang harus dibangun sejak dini.
Baca Juga : OJK Menyebutkan Kredit Tumbuh 7,36% pada Oktober 2025
Cecep juga menyoroti bahwa literasi keuangan berbeda dengan jenis pengetahuan lainnya. Banyak pelajar yang menggunakan layanan atau produk keuangan tanpa memahami cara kerja dan risikonya. Kondisi ini menunjukkan masih minimnya edukasi finansial di kalangan generasi muda. Menurutnya, akses terhadap produk keuangan tanpa pengetahuan yang memadai justru dapat menimbulkan risiko dan masalah di masa mendatang.
Ia juga menyinggung derasnya arus promosi konsumtif yang diterima pelajar, terutama melalui media sosial. Platform digital dinilai sering memengaruhi generasi muda untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan dan mendorong gaya hidup konsumtif.
Melihat kondisi tersebut, Cecep menilai bahwa pendidikan dan literasi keuangan sedini mungkin sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah membentuk pola pikir kritis dalam membuat keputusan finansial sehingga pelajar mampu memahami konsekuensi dari setiap langkah yang diambil. Menurutnya, membangun generasi yang melek finansial menjadi semakin penting pada era saat ini.

[…] OJK Ungkap Rahasia Pentingnya Perencanaan Keuangan Pelajar […]