Prabowo Bercanda Soal Bahlil Disambut Meriah: Apa Karena BBM Tak Naik?
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat memberikan sambutan dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Momen itu terjadi ketika Prabowo membacakan daftar tamu undangan yang hadir di acara tersebut.
Saat menyebut nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Prabowo mendapati tepuk tangan meriah dari para peserta yang memenuhi lokasi acara.
Baca Juga: Bahlil Sebut Prabowo Minta Gangguan Listrik Tak Terulang Lagi
“Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, saudara Bahlil Lahadalia. Kok tepuk tangannya keras banget ya,?” kata Prabowo.
Ia kemudian melontarkan candaan yang disambut tawa hadirin. “Apa karena harga BBM nggak naik? Yang bikin nggak naik, presiden!” ujarnya.
Pemerintah diketahui tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Namun, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga, di antaranya Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp 17.000 per liter.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melontarkan sejumlah candaan lain kepada Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, termasuk soal “kaos kaki”. Ia juga menyinggung banyaknya tokoh Nahdlatul Ulama yang kini berada di kabinet Merah Putih.
“Lebih dikenal Gus Ipul. Coba cek pakai kaus kaki nggak? Waktu saya kenal dulu nggak pakai kaos kaki. Sekarang sudah jadi menteri,” kata Prabowo.
“Ini kabinet Merah Putih banyak sekali NU-nya. NU memang hebat, selalu berada di mana-mana ya kan. Semua partai NU hadir. Jadi NU nggak pernah kalah hebat-hebat. Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU,” lanjutnya.
Baca Juga: Sindiran Prabowo soal Kebocoran Penerimaan Negara Diungkap Purbaya
Prabowo juga menyoroti penampilan Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mengenakan kopiah dalam acara tersebut.
“Tentara pakai kopiah, polisi pakai kopiah, padahal gak ada dalam peraturan. Gak ada PDL topinya ini berarti harus diubah ya, PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah,” tuturnya.
