Prabowo: Koperasi Merah Putih Putar Dana Rp 223 Triliun
Presiden Prabowo Subianto memperkirakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp 223 triliun di berbagai wilayah pedesaan.
Proyeksi tersebut disampaikan dia saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 pada Minggu (12/7/2026).
Menurut dia, keberadaan KDKMP diharapkan dapat menjaga peredaran uang tetap berada di desa sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Usai Penggeledahan, Prabowo Tegaskan Komitmen Antikorupsi
Selain itu, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan para produsen di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Kita proyeksikan KDKMP bisa sejahtera. Rp 223 triliun akan beredar di desa-desa tidak keluar akan beredar di desa-desa nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp 222 triliun di petani, peternak dan nelayan,” papar Prabowo.
Pemerintah pun menargetkan puluhan ribu KDKMP mulai diresmikan dan beroperasi secara bertahap pada Agustus 2026.
Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri.
Ia menilai kualitas operasional dan kemampuan koperasi untuk berkembang lebih penting dibanding sekadar mengejar jumlah.
Karena itu, ia menyatakan tidak keberatan apabila jumlah koperasi yang berjalan optimal lebih sedikit dari target awal.
Selain menjadi wadah pengembangan ekonomi desa, KDKMP juga dirancang sebagai pusat layanan keuangan masyarakat.
Prabowo memastikan koperasi tersebut akan menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga yang kompetitif, termasuk untuk kredit mikro dan super mikro seperti program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR).
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan keinginannya untuk menurunkan bunga kredit MEKAAR yang saat ini mencapai 22 persen menjadi 8 persen. Bahkan, ia mengaku menginginkan bunga kredit tersebut dapat ditekan hingga 5 persen.
Baca Juga: Diprediksi IMF, Ekonom Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026
“Saya maunya 5%, tapi bankir-bankir Rosan cs jangan pak terlalu tipis kita punya ongkos tapi dibandingkan 22%, lumayan 8%. Betul tidak!” kata dia.
Lebih lanjut, KDKMP juga akan difungsikan sebagai pusat layanan terintegrasi di tingkat desa.
Fasilitas yang disiapkan antara lain apotek yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga terjangkau serta layanan cold storage untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun tangkapan laut.
Selain itu, pemerintah berencana menyalurkan berbagai barang bersubsidi melalui jaringan KDKMP.
Sejumlah komoditas yang akan tersedia di koperasi tersebut antara lain gas elpiji 3 kilogram dan minyak goreng, sehingga masyarakat desa dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan pokok bersubsidi.

[…] Prabowo: Koperasi Merah Putih Putar Dana Rp 223 Triliun […]
[…] Prabowo: Koperasi Merah Putih Putar Dana Rp 223 Triliun […]