Prabowo Optimistis Karhutla Kalteng Segera Terkendali
Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Pemerintah juga meningkatkan sejumlah dukungan di lapangan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo optimistis upaya yang dilakukan pemerintah dapat segera mengendalikan karhutla di wilayah tersebut.
“Presiden optimistis karhutla dapat segera dikendalikan,” ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Presiden, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga: Kim Jong Un Mau Ditemui Trump, Korut Punya 57 Nuklir?
Menurut Teddy, langkah mitigasi terus dilakukan secara intensif untuk menghentikan perluasan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Prabowo juga telah menerima laporan mengenai kondisi terkini dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Laporan tersebut disampaikan ketika Presiden memimpin rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
“Dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026, Presiden menerima laporan kebutuhan di lapangan dan memastikan dukungan pemerintah terus diperkuat,” tutur dia.
Pemerintah Tambah Helikopter Water Bombing
Untuk memperkuat operasi pemadaman, pemerintah menambah empat helikopter water bombing.
Dukungan tersebut diharapkan mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“4 helikopter water bombing akan ditambahkan besok untuk memperkuat operasi pemadaman,” kata Teddy.
Selain mengandalkan helikopter, pemerintah juga menyiapkan kendaraan pemadam untuk mendukung operasi di lapangan.
Ketersediaan sumber air turut diperkuat agar proses pemadaman dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Mobil pemadam disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Penyediaan pompa, pipa-pipa air, dan mesin bor air terus dipenuhi untuk memperkuat suplai air bagi operasi pemadaman,” sambung dia.
Pemerintah tidak hanya fokus memadamkan titik api yang telah muncul. Upaya pencegahan juga diperkuat agar kebakaran tidak meluas maupun kembali terjadi di wilayah yang telah ditangani.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah selama periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 mencapai 7.634,46 hektare.
Menurut pemerintah, luasan tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah tahun sebelumnya. Penurunan itu dikaitkan dengan peningkatan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi di lapangan.
“Angka ini lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya berkat kesiapsiagaan yang terus diperkuat,” jelas Teddy.
Baca Juga: Dua Menteri Dikirim China ke Jakarta, Ada Apa dengan LCS?
Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran
Di tengah operasi pemadaman, pemerintah juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.
Langkah tersebut dijalankan bersamaan dengan peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya menangani dampak kebakaran, tetapi juga berupaya mencegah penyebab karhutla berulang.
“Pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan sekaligus menindak sesuai hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran,” imbuh Teddy.
Pemerintah pun terus memantau perkembangan karhutla di Kalimantan Tengah. Dukungan personel, sarana pemadaman, serta ketersediaan air akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan hingga kondisi dinilai terkendali.
