Prabowo Soroti Perang AS-Israel di Iran: Tak Rasional
Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut dengan konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Ia menilai perang tersebut sulit dipahami dan tidak melihat adanya rasionalitas di balik kampanye militer yang terjadi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Bloomberg. Presiden Indonesia itu juga mengungkapkan bahwa Iran pernah menyampaikan kepadanya keraguan untuk kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat karena merasa telah dua kali dikhianati dalam proses diplomasi sebelumnya.
Dalam perang yang bersifat asimetris, menurut Prabowo, Iran pada dasarnya hanya berusaha bertahan hidup.
“Kita semua bingung,” kata Prabowo tentang konflik tersebut. “Dan saya sedih. Saya merasa tidak ada rasionalitas dalam hal ini,” lanjut dia.
Prabowo yang juga seorang jenderal purnawirawan mengatakan sulit memprediksi berapa lama konflik akan berlangsung. Ia menekankan bahwa penyelesaian damai tetap menjadi opsi yang perlu diupayakan semua pihak.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” kata dia.
Baca Juga: Harga Asli LPG DIbeberkan Purbaya, Ternyata Bukan Rp 19.000
Sikap Indonesia dan Peran Mediasi
Prabowo sebelumnya sempat menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik tersebut. Namun rencana Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza kini ditunda.
Ia juga menghadapi kritik di dalam negeri karena bergabung dalam Dewan Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Setiap kebijakan akan memiliki pro dan kontra,” kata Prabowo kepada Bloomberg pada Sabtu (14/3/2026).
“Jika kita berada di dalam BOP [Base of Protection], kita masih dapat memengaruhi dan berupaya menuju solusi yang langgeng, yang menurut pandangan kami adalah Palestina yang merdeka, solusi dua negara,” tambahnya.
Selain itu, Prabowo mempertanyakan efektivitas strategi militer Amerika Serikat yang menargetkan Iran melalui serangan udara.
“Sangat sulit untuk melakukan operasi ini hanya dari udara,” imbuh dia, seraya menambahkan bahwa diperlukan “pemboman tanpa pandang bulu” untuk mencapai tujuan tersebut.
Baca juga: Peraturan Baru Diterbitkan, Prabowo Bersih-bersih ASN
Posisi Indonesia dalam Politik Global
Dalam wawancara tersebut, Prabowo juga menyinggung kekhawatiran bahwa China mungkin memanfaatkan situasi global dengan mengambil langkah terhadap Taiwan.
Namun ia menilai para pemimpin China cenderung fokus pada peningkatan kesejahteraan warganya dan berupaya menghindari konflik terbuka.
Prabowo juga mengonfirmasi bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan pembelian persenjataan dari China, termasuk jet tempur.
Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer mana pun dan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.
“Kita tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” tutur Prabowo.
“Jika terjadi sesuatu, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” pungkas dia.

[…] Prabowo Soroti Perang AS-Israel di Iran: Tak Rasional […]