Proposal Ditolak, AS Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menolak tawaran dari Iran dan tetap melanjutkan blokade laut terhadap negara tersebut.
Kebijakan ini akan terus diberlakukan hingga tercapai kesepakatan yang menjawab kekhawatiran Washington terkait program nuklir Teheran.
Mengutip laporan Axios, Rabu (29/4/2026) waktu setempat, Trump menilai blokade menjadi instrumen tekanan paling efektif saat ini.
Baca Juga : Iran Memasuki Era Baru, Ulama Kalah Dominan dari IRGC
“Blokade itu sedikit lebih efektif daripada serangan udara. Mereka tercekik. Dan situasinya akan semakin buruk bagi mereka. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada Axios.
Ia juga mengklaim bahwa Iran tengah berupaya mencapai kesepakatan agar blokade di Selat Hormuz dicabut.
“Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin (mencabut blokade), karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” tambahnya.
AS Siapkan Opsi Militer
Meski masih mengandalkan blokade sebagai alat utama, Trump membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika Iran tidak menunjukkan perubahan sikap.
Menurut sumber yang dikutip Axios, CENTCOM telah menyiapkan rencana serangan “singkat dan dahsyat” yang menargetkan infrastruktur penting Iran. Strategi ini dirancang untuk menekan Teheran kembali ke meja perundingan.
Namun hingga Selasa malam, Trump disebut belum memberikan perintah resmi untuk melancarkan aksi militer tersebut dan enggan merinci rencana itu lebih lanjut.
Iran Ancam Respons Tegas
Di sisi lain, Iran memperingatkan akan merespons jika blokade terus berlanjut. Media pemerintah Press TV yang mengutip sumber keamanan senior, menyatakan bahwa tindakan AS dapat memicu respons yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sumber tersebut menegaskan bahwa selama ini Iran menahan diri demi memberi ruang diplomasi, tetapi kesabaran mereka memiliki batas.
Negosiasi Masih Berlangsung
Meski ketegangan meningkat, Trump menyatakan bahwa jalur negosiasi tetap terbuka dan bahkan mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran.
Baca Juga : Prabowo Siap Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Bulan Depan!
“Pertanyaannya adalah apakah mereka akan bertindak cukup jauh atau tidak. Saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju tidak akan pernah ada senjata nuklir,” kata Trump.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran masih berada di titik krusial, dengan opsi diplomasi dan militer sama-sama terbuka di tengah tekanan global yang terus meningkat.
