Update Terbaru Greenland: Trump Tekan Eropa, Putin Mulai Bergerak
Ketegangan geopolitik terkait Greenland memasuki fase baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa ambisinya untuk mengakuisisi wilayah otonom Denmark tersebut tidak dapat ditarik kembali dan kini menjadi isu panas di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos.
Pernyataan Trump disampaikan secara terbuka di tengah pertemuan para pemimpin dunia, diiringi dengan langkah-langkah simbolik yang memicu reaksi keras dari Uni Eropa hingga komentar terbuka dari Rusia. Isu Greenland pun berkembang dari wacana keamanan regional menjadi persoalan geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan hubungan internasional.
Baca Juga: Banyak Negara Arab Diam terkait Konflik Iran, Ada Apa?
Dalam sejumlah unggahan media sosial, Trump menekankan bahwa Greenland merupakan kepentingan vital bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Klaim tersebut disertai visualisasi provokatif dan ancaman kebijakan ekonomi yang membuat ketegangan semakin meningkat, khususnya antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa.
Berikut update terbaru Greenland yang menjadi sorotan internasional, dikutip dari The Guardian, Selasa (20/1/2026):
1. Trump Tegaskan Akuisisi Tidak Bisa Dibatalkan
Donald Trump kembali menegaskan niatnya untuk mengambil alih Greenland melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “keharusan bagi keamanan nasional dan dunia” serta menegaskan bahwa “tidak ada jalan kembali” dalam proses akuisisi wilayah tersebut. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa isu Greenland bukan lagi sekadar manuver politik, melainkan agenda strategis jangka panjang AS.
2. Unggahan Gambar AI Picu Kontroversi
Trump pun membagikan gambar hasil kecerdasan buatan yang memperlihatkan dirinya menancapkan bendera Amerika Serikat di Greenland. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan keterangan “Wilayah AS, estimasi 2026”. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah delegasi AS menyepakati pembicaraan tertutup dengan Menteri Luar Negeri Denmark, sehingga memicu kritik tajam dari berbagai pihak.
Baca Juga: Rencana Dewan Perdamaian Gaza Trump Tuai Kritik Global
3. Uni Eropa Nyatakan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan teguran keras kepada Trump saat berbicara di Davos. Ia menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Greenland adalah hal yang “tidak dapat dinegosiasikan”. Von der Leyen juga menyebut ancaman tarif AS sebagai “kesalahan” yang berisiko memicu spiral penurunan ekonomi dan justru menguntungkan musuh strategis Barat.
4. Rusia Ikut Berkomentar Lewat Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Greenland bukanlah “bagian alami” dari Denmark. Ia menilai situasi ini mencerminkan krisis internal Barat yang memicu ketegangan belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan di dalam NATO. Meski demikian, Lavrov menegaskan bahwa Rusia tidak berniat merebut wilayah tersebut.
5. Ancaman Tarif 25% dan Dampak ke Pasar Global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak negara-negara Eropa agar tidak membalas ancaman tarif 25% yang disampaikan Trump terhadap pihak-pihak yang menghalangi ambisi AS atas Greenland. Di saat yang sama, pasar saham global dilaporkan melemah akibat meningkatnya ketidakpastian politik yang dipicu oleh eskalasi isu Greenland.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, isu Greenland kini bukan hanya menjadi persoalan kawasan Arktik, tetapi juga ujian bagi solidaritas Barat dan stabilitas ekonomi global di tengah situasi geopolitik yang semakin rapuh.
Baca Juga: Ada Prabowo dan Trump, Sejumlah Pemimpin Dunia Hadiri WEF Davos
