Isu Greenland Berpotensi Jadi Sorotan Utama di WEF
Isu Greenland berpotensi menjadi sorotan utama di WEF setelah Presiden Finlandia Alexander Stubb mengungkapkan kekhawatirannya bahwa krisis seputar wilayah tersebut akan mengalihkan perhatian para pemimpin dunia dari perang Rusia di Ukraina dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Stubb menyampaikan kekhawatiran itu kepada wartawan di Davos pada Senin (19/1/2026) waktu setempat. Ia menilai fokus berlebihan pada isu Greenland dapat merugikan Ukraina, yang justru membutuhkan dukungan konkret dari pertemuan tingkat tinggi tersebut.
“Kami melakukan segala cara agar menghindari hal itu,” tutur Stubb. Ia menambahkan bahwa “bagi Ukraina, yang terbaik yang bisa keluar dari Davos adalah semacam kesepakatan tentang rencana ekonomi atau rekonstruksi” pada pekan ini.
Menurut dia, para pemimpin Eropa juga berupaya mencegah munculnya narasi yang mengaitkan langsung isu Greenland dengan konflik Ukraina. Ia menilai penggabungan dua isu tersebut berpotensi memperkeruh agenda diplomatik dan memperumit konsolidasi dukungan terhadap Kyiv.
Baca Juga: Dampak Sederet Tekanan Tarif Trump ke Eropa, Apa Saja?
Ancaman Tarif Trump dan Upaya Meredakan Ketegangan
Finlandia termasuk di antara delapan negara Eropa yang mendapat ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, apabila negara-negara tersebut gagal mendukung ambisinya untuk menguasai Greenland. Tekanan ini membuat isu Greenland semakin sensitif dan berpotensi mendominasi diskusi di Davos.
Meski demikian, Stubb enggan berkomentar apakah Uni Eropa seharusnya merespons dengan tarif balasan terhadap Amerika Serikat. Ia hanya menegaskan bahwa Uni Eropa memiliki “banyak alat” untuk meyakinkan Trump agar menarik ancamannya terkait Greenland.
Stubb menjelaskan bahwa langkah pertama untuk meredakan situasi adalah menurunkan tensi retorika publik.
“Kedua, kita membangun proses, terutama melalui NATO, untuk memperkuat keamanan di Greenland,” ujar Stubb. Ia juga menekankan pentingnya sikap tegas Eropa terkait instrumen ekonomi yang akan digunakan jika situasi tidak bergerak ke arah yang lebih konstruktif.
Menurut dia, pendekatan multilateral melalui NATO menjadi kunci untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, sekaligus memastikan isu keamanan Greenland tidak berkembang menjadi konflik politik yang lebih luas.
Baca Juga: Bahas isu Greenland, Davos Jadi Panggung Trump
Diplomasi di Balik Layar dan Peran Kongres AS
Stubb dikenal memiliki akses komunikasi yang relatif baik dengan Trump. Keduanya pernah bermain golf bersama di Florida pada musim semi lalu dan hingga kini masih menjalin kontak secara reguler. Kedekatan ini, menurut Stubb, memungkinkan dialog yang lebih terbuka meski tidak selalu sependapat.
“Kami bisa berbicara secara terbuka dan juga tidak sependapat, tetapi lebih bermanfaat untuk bertindak di belakang layar daripada di depan umum,” jelas Stubb.
Selain itu, ia juga menjaga hubungan dekat dengan sejumlah senator Republik, termasuk Lindsey Graham. Ia menilai peran Kongres, khususnya Senat AS, kerap luput dari perhatian dalam pembahasan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
“Kita sering lupa bahwa Kongres, dan khususnya Senat, memiliki peran besar dalam urusan kebijakan luar negeri AS,” kata Stubb. Ia menambahkan bahwa posisi Kongres terkait isu Greenland sangat bergantung pada pendekatan para senator Republik.
Dengan dinamika tersebut, Stubb berharap isu Greenland tidak sepenuhnya menyita perhatian Davos, sehingga agenda utama seperti dukungan ekonomi dan rekonstruksi Ukraina tetap menjadi fokus utama forum global itu.
Baca Juga: Negara-negara Arab Sunyi saat Iran Dilanda Konflik, Kenapa?

[…] Isu Greenland Berpotensi Jadi Sorotan Utama di WEF […]
[…] Isu Greenland Berpotensi Jadi Sorotan Utama di WEF […]