Situasi Memanas, AS Perintahkan Warganya Keluar dari Irak
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, mengeluarkan himbauan darurat kepada seluruh warga negara Amerika Serikat agar segera meninggalkan Irak pada Sabtu. Peringatan ini muncul setelah kompleks kedutaan kembali menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya sejak konflik dengan Iran meningkat.
Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menyebutkan bahwa sejumlah milisi yang bersekutu dengan Iran, telah melakukan berbagai serangan terhadap target yang berkaitan dengan Amerika Serikat. Sasaran tersebut mencakup fasilitas diplomatik, perusahaan milik Amerika, hingga hotel yang sering digunakan warga asing.
Baca Juga : Pemerintah Terbitkan Aturan Baru untuk Bersih-bersih ASN?
Kedutaan juga menyarankan warga AS yang masih berada di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat menuju negara tetangga. Hal ini karena penerbangan komersial saat ini tidak beroperasi. Selain itu, warga AS diminta untuk tidak mendatangi kantor kedutaan atau konsulat Amerika di kota Erbil yang berada di wilayah utara Irak.
Kelompok milisi Kataib Hezbollah, yang dikenal sebagai salah satu kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyatakan telah menembaki kompleks kedutaan pada malam sebelumnya.
Sebuah rekaman video yang diverifikasi oleh The New York Times, memperlihatkan salah satu bangunan di bagian atap kompleks kedutaan mengalami kebakaran akibat serangan itu.
Mengutip laporan media tersebut, dua pejabat keamanan Irak yang tidak memiliki kewenangan berbicara secara publik, juga mengonfirmasi bahwa serangan memang terjadi. Namun mereka tidak memberikan rincian tambahan mengenai dampak maupun korban dari insiden tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, militer Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap target militer Iran di Pulau Kharg. Pulau tersebut merupakan lokasi terminal ekspor minyak utama milik Iran.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur minyak Iran di pulau itu apabila Teheran tidak mengizinkan kapal-kapal melintas di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan rute strategis menuju Teluk Persia yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menolak ancaman tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, mereka menegaskan bahwa jalur perairan tersebut berada di bawah kendali penuh Iran, dan mengancam setiap upaya untuk bergerak atau melintas akan menjadi sasaran.
Baca Juga : Purbaya Blak-blakan Harga Gas LPG 3 Kg Bukan 19.000!
Trump juga meminta negara lain seperti Inggris, Prancis, dan Tiongkok untuk mengirimkan kapal perang untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat siap berkoordinasi dengan negara-negara tersebut.
Sementara itu, harga minyak dunia dilaporkan melonjak tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran sekitar dua minggu terakhir, yang turut mengguncang stabilitas pasar energi global.

[…] Situasi Memanas, AS Perintahkan Warganya Keluar dari Irak […]
[…] Baca Juga : Situasi Memanas, AS Perintahkan Warganya Keluar dari Irak […]
[…] Baca Juga : Situasi Memanas, AS Perintahkan Warganya untuk Segera Keluar Irak! […]