Tak Semua Bayar, Ini Negara yang Bebas Tarif dari Iran Lewati Selat Hormuz
Sejumlah negara sahabat disebut akan mendapatkan pembebasan tarif bagi kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut dilaporkan hanya berlaku untuk negara tertentu yang memiliki hubungan dekat dengan Iran.
Informasi mengenai pengecualian tarif ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, kepada kantor berita RIA Novosti, sebagaimana dikutip oleh Al Jazeera.
Baca Juga : Rapat Online Habiskan 5,7 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan BGN!
“Kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, kepada media tersebut.
Ia menambahkan, bahwa kebijakan tersebut saat ini tengah dikelola oleh Kementerian Luar Negeri Iran untuk mendukung hubungan dengan negara-negara yang dianggap sahabat.
“Saat ini, Kementerian Luar Negeri kami sedang berupaya menggunakan pengecualian yang diberikan untuk negara-negara sahabat, misalnya Rusia,” kata Jalali.
Selain Rusia, negara lain yang disebut mendapatkan pembebasan tarif adalah China dan Pakistan.
Konflik Iran–AS Picu Pembatasan Jalur Pelayaran
Ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel, membuat Iran menerapkan pembatasan ketat terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Saat ini, kapal tanker tidak dapat melintas secara bebas tanpa mendapatkan izin dari otoritas militer Iran.
Di tengah upaya penyusunan rencana perdamaian oleh Amerika Serikat bersama Israel, salah satu poin penting yang dibahas adalah pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz agar kapal milik AS dan sekutunya dapat melintas.
Dalam proposal tersebut, Iran disebut mengajukan syarat berupa pengendalian terhadap Selat Hormuz, termasuk kemungkinan penerapan tarif hingga US$2 juta atau sekitar Rp34,19 miliar per kapal. Namun, usulan tersebut belum mendapatkan pengakuan dari pihak Amerika Serikat.
Besaran biaya yang dinilai tinggi tersebut memicu penolakan dari sejumlah negara, karena dianggap bertentangan dengan aturan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Meski begitu, operator kapal diperkirakan tetap mengikuti ketentuan tersebut demi menjaga keamanan pelayaran.
Mengutip laporan The Straits Times, berdasarkan data terbaru dari Lloyd yang dimuat di situs Kementerian Perdagangan China, sejumlah kapal disebut telah membayar tarif hingga US$2 juta untuk dapat melintas di Selat Hormuz.
Baca Juga : Purbaya Sebut APBN Aman, Klaim Uang RI Masih Banyak!
Selat Hormuz sendiri memiliki peran vital dalam perdagangan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur ini, menjadikannya salah satu rute pelayaran paling strategis di dunia.
Pada masa krisis sebelumnya, hanya kapal dari negara tertentu yang diizinkan melintas, termasuk China. Sementara kapal dari negara lain dilaporkan harus membayar biaya tambahan, bahkan dalam beberapa kasus menggunakan mata uang Yuan.
Daftar 3 Negara yang Dapat Bebas Tarif Selat Hormuz dari Iran
Berikut negara-negara yang disebut mendapatkan pembebasan tarif melintas di Selat Hormuz:
- Rusia
- China
- Pakistan
