Trump Klaim Xi Jinping Setuju Selat Hormuz Harus Dibuka
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.
Namun, Trump mengatakan belum ada indikasi bahwa China akan ikut campur langsung dalam konflik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat perjalanan pulang dari Beijing setelah menjalani pembicaraan selama dua hari dengan Xi Jinping.
Trump juga mengungkapkan dirinya tengah mempertimbangkan pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak China yang membeli minyak Iran.
“Saya tidak meminta bantuan apa pun karena ketika Anda meminta bantuan, Anda harus membalasnya,” ujar Trump saat ditanya wartawan di Air Force One apakah Xi telah membuat komitmen tegas untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, dikutip dari Reuters, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Trump dan Xi Capai Kesepakatan Besar di KTT Beijing 2026
Pemerintah China sendiri tidak memberikan komentar langsung terkait pembahasan soal Iran antara Trump dan Xi.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri China mengkritik perang yang terjadi dan menyebut konflik tersebut seharusnya tidak pernah berlangsung serta tidak ada alasan untuk terus dilanjutkan.
Iran Masih Tutup Selat Hormuz
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Penutupan jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu memicu gangguan besar pada rantai pasok energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan Teheran telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz melalui jalur tertentu yang akan segera diumumkan.
Menurut dia, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat akses dalam mekanisme tersebut.
Sementara itu, ribuan warga Iran dilaporkan tewas akibat serangan udara AS dan Israel.
Korban jiwa juga terjadi di Lebanon dalam konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, meski kedua pihak telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari.
Amerika Serikat diketahui telah menghentikan serangan langsung pada bulan lalu, namun tetap melanjutkan blokade pelabuhan.
Militer AS menyebut hingga Sabtu, sebanyak 78 kapal komersial telah dialihkan dan empat lainnya dinonaktifkan demi memastikan kepatuhan terhadap blokade.
Iran menegaskan tidak akan membuka Selat Hormuz sampai AS menghentikan blokade tersebut.
“Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir, kami ingin selat itu terbuka,” kata Trump di Beijing bersama Xi.
Baca Juga: Arab-Kuwait Serang Iran Diam-diam, Kepercayaan ke AS Retak
Iran sendiri terus membantah tuduhan bahwa mereka sedang membangun senjata nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran telah menerima pesan dari AS yang menunjukkan Washington bersedia melanjutkan pembicaraan.
Di sisi lain, Pakistan disebut menjadi mediator dalam komunikasi antara Washington dan Teheran terkait prospek negosiasi damai.

[…] Trump Klaim Xi Jinping Setuju Selat Hormuz Harus Dibuka […]