Trump-Xi Capai Kesepakatan Besar di KTT Beijing 2026
Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang mencakup sektor ekonomi, keamanan global, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).
KTT yang berlangsung lebih dari dua jam di Great Hall of the People, Kamis (15/5/2026), menjadi momentum penting dalam hubungan dua negara ekonomi terbesar dunia di tengah ketegangan perang dagang, konflik Timur Tengah, dan isu Taiwan.
Baca Juga : Trump Akui Nuklir Iran Jadi Fokus Utama, Abaikan Ekonomi AS
Trump bahkan menyebut Xi sebagai “teman” dan “pemimpin besar”, sementara China tetap memberikan peringatan keras terkait Taiwan yang dinilai sebagai isu paling sensitif dalam hubungan bilateral kedua negara.
Berikut poin-poin utama hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing:
1. China Komitmen Beli 200 Pesawat Boeing
Trump mengungkapkan China sepakat membeli 200 unit pesawat dari Boeing sebagai bagian dari penguatan kerja sama perdagangan kedua negara.
“Itu semacam pernyataan tapi saya pikir itu adalah sebuah komitmen,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Menurut Trump, pembelian “200 pesawat besar” tersebut akan berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja di AS. Kesepakatan ini juga menjadi kabar positif bagi Boeing setelah hubungan dagangnya dengan China sempat terganggu akibat perang tarif.
2. China Janji Tak Kirim Bantuan Militer ke Iran
Dalam pembahasan mengenai konflik Timur Tengah, Trump mengklaim Xi Jinping menjanjikan bahwa China tidak akan mengirim bantuan militer kepada Iran dalam perang melawan AS dan Israel.
“Dia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer… dia mengatakannya dengan tegas,” kata Trump kepada Fox News.
Xi juga disebut menyampaikan dukungannya agar Selat Hormuz tetap terbuka demi menjaga jalur perdagangan energi internasional.
3. Xi Beri Peringatan Keras soal Taiwan
Meski suasana pertemuan berlangsung hangat, Xi Jinping menegaskan Taiwan tetap menjadi isu paling sensitif dalam hubungan AS-China.
Menurut Xi, kesalahan penanganan isu Taiwan berpotensi memicu konflik langsung antara Washington dan Beijing.
“Jika salah dikelola, kedua negara bisa bertabrakan atau bahkan terlibat konflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya,” tegas Xi sebagaimana dikutip media pemerintah China.
Pemerintah China kembali menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya, sementara pemerintah Taiwan mempertahankan posisinya sebagai wilayah yang merdeka secara de facto sejak 1949.
4. China Tertarik Beli Minyak dan Kedelai AS
Trump mengatakan China menunjukkan minat untuk meningkatkan pembelian minyak mentah dan kedelai dari AS.
“Mereka telah setuju bahwa mereka ingin membeli minyak dari Amerika Serikat,” ujar Trump dalam wawancara dengan Sean Hannity di Fox News.
Sebelumnya, China mengurangi impor minyak dan kedelai AS akibat kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Washington, dan lebih banyak beralih ke Brasil serta pemasok energi Timur Tengah.
5. AS-China Bahas Aturan Penggunaan AI
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington dan Beijing mulai mendiskusikan pembentukan guardrails atau “pagar pembatas” dalam penggunaan teknologi AI.
Pembahasan ini bertujuan memastikan model AI canggih tidak jatuh ke tangan aktor non-negara yang berpotensi mengancam keamanan global.
Delegasi AS dalam lawatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh teknologi besar seperti Elon Musk serta Jensen Huang yang menunjukkan pentingnya isu AI dalam hubungan kedua negara.
6. Trump Undang Xi ke Gedung Putih
Sebagai tindak lanjut diplomasi bilateral, Trump secara resmi mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada September mendatang.
Baca Juga : Australia Gelontorkan Rp 84M untuk Bantu UEA!
Undangan tersebut disampaikan langsung saat jamuan makan malam kenegaraan yang turut dihadiri Ibu Negara China, Peng Liyuan.
Agenda ini dipandang sebagai langkah lanjutan untuk menjaga komunikasi strategis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
7. Bahas Timur Tengah hingga Ukraina
Selain isu perdagangan dan Taiwan, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai konflik global lainnya, termasuk perang di Timur Tengah, krisis Ukraina, dan keamanan di Semenanjung Korea.
Pemerintah China menyebut pembicaraan tersebut diarahkan untuk mencari solusi damai terhadap berbagai konflik internasional yang sedang berlangsung.
Pertemuan Trump dan Xi kali ini menjadi salah satu KTT paling penting dalam hubungan AS-China sejak Trump kembali menjabat Presiden AS pada 2025.

[…] Trump-Xi Capai Kesepakatan Besar di KTT Beijing 2026 […]