Utang Luar Negeri RI Turun Tipis Jadi Rp 7.062,7 Triliun pada Oktober 2025
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar US$423,9 miliar atau sekitar Rp 7.062,7 triliun (asumsi kurs Rp 16.658,50 per dolar AS) pada Oktober 2025.
Angka ini menurun dibandingkan dengan posisi pada September 2025 yang sebesar US$425,6 miliar atau sekitar Rp 7.091,4 triliun. Secara tahunan (year-on-year/yoy), ULN Indonesia tetap mengalami pertumbuhan sebesar 0,3%, yang terutama dipengaruhi oleh peningkatan utang sektor publik.
Perkembangan ULN Pemerintah
Posisi ULN Pemerintah pada Oktober 2025 mencapai US$210,5 miliar (sekitar Rp 3.506,6 triliun), tumbuh 4,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh aliran masuk modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Baca Juga: Purbaya Tegaskan Hubungan Kemenkeu–BI Makin Mesra dan Sinkron – Economix
Perkembangan ULN Swasta
Di sisi lain, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$190,7 miliar (sekitar Rp 3.176,4 triliun) pada Oktober 2025, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar US$192,5 miliar (sekitar Rp 3.206,8 triliun). Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -1,9% (yoy).
Penurunan ini terjadi pada dua kelompok utama:
1. Peminjam Lembaga Keuangan (Financial Corporations): Kontraksi -4,7% (yoy).
2. Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (Non-Financial Corporations): Kontraksi -1,2% (yoy).
Sektor ekonomi dengan porsi ULN swasta terbesar adalah Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, yang secara kolektif menyumbang 80,9% dari total ULN swasta.
Struktur ULN yang Terjaga Sehat
Laporan BI juga menunjukkan indikator kesehatan utang yang tetap terjaga:
– Rasio ULN terhadap PDB: Sebesar 29,3% pada Oktober 2025.
– Komposisi Jangka Panjang: Mendominasi dengan porsi 86,2% dari total ULN,
– menunjukkan struktur pembiayaan yang stabil dan berorientasi jangka panjang.
Koordinasi Kebijakan dan Outlook
Bank Indonesia dan Pemerintah menyatakan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Kebijakan diarahkan untuk mengoptimalkan peran ULN dalam menopang pembiayaan pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus meminimalkan segala risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.
Baca Juga: BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Usai Dititipi Rp 200 T – Economix

[…] Utang Luar Negeri RI Turun Tipis Jadi Rp 7.062,7 Triliun pada Oktober 2025 […]
[…] Utang Luar Negeri RI Turun Tipis Jadi Rp 7.062,7 Triliun pada Oktober 2025 […]
[…] Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Turun Tipis Jadi Rp 7.062,7 Triliun pada Oktober 2025 – Economix […]