19% Minyak Impor RI Ternyata Lewat Selat Hormuz, Ini Kata Pertamina
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melewati Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut saat ini ditutup oleh Iran menyusul eskalasi konflik di kawasan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron membenarkan porsi impor tersebut. Ia menyebut angka itu dihitung dari total keseluruhan impor minyak mentah nasional.
“Sekitar 19% dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” terang Baron di Grha Pertamina, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Usai Selat Hormuz Ditutup, Ekspor Beras ke Saudi Terhenti?
Selain itu, Pertamina juga mengkonfirmasi terdapat empat kapal milik perusahaan yang berada di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, dua kapal masih berada di sekitar Selat Hormuz yang saat ini terdampak penutupan.
“Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana, mungkin ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz,” terang Baron.
Ia menegaskan bahwa kondisi kapal dan awaknya dalam keadaan aman. Perusahaan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan para awak kapal dan Kementerian Luar Negeri guna memastikan keselamatan personel serta keamanan aset.
Pemerintah Alihkan Sebagian Impor ke AS
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif menyusul penutupan Selat Hormuz.
“Atas arahan bapak Presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang Selat Hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Bahlil menjelaskan, dari total impor minyak mentah Indonesia, sekitar 20-25 persen berasal dari Timur Tengah yang distribusinya melewati selat tersebut. Adapun pasokan lainnya berasal dari Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian akibat konflik, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Langkah ini diambil guna menjaga kepastian pasokan energi nasional.
“Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Ini gak bisa diramal. Bisa cepat bisa lambat. Kami ambil alternatif terjelek skenarionya sekarang ini crude dari timur tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan,” kata Bahlil.
Baca Juga: Menlu AS Ungkap serang Teheran karena Israel

[…] 19% Minyak Impor RI Ternyata Lewat Selat Hormuz, Ini Kata Pertamina […]