Inilah Sosok Mojtaba Khamenei, Calon Pengganti Khamenei
Putra Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan sang ayah memimpin Iran.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh The New York Times yang mengutip sejumlah sumber dekat dengan musyawarah suksesi yang sedang berlangsung.
Sosok yang dimaksud adalah Mojtaba Khamenei (56), yang kini disebut-sebut menjadi figur paling diunggulkan oleh Majelis Pakar Iran untuk mengambil alih kendali negara.
Di awal serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu lalu, Mojtaba sempat diyakini termasuk dalam 40 ajudan utama Khamenei yang tewas.
Namun, laporan terbaru mengenai namanya dalam diskusi suksesi menunjukkan bahwa ia masih hidup dan dalam kondisi sehat, serta dinilai mampu melanjutkan garis perjuangan ayahnya melawan Barat.
Baca Juga: Kata Pertamina soal 19 Persen Impor Minyak RI lewat Selat Hormuz
Siapa Mojtaba Khamenei?
Mojtaba merupakan putra tertua kedua Ayatollah Ali Khamenei dan dikenal memiliki kesetiaan kuat terhadap garis konservatif keras yang dianut sang ayah.
Menurut CNN, ia memiliki hubungan sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), meski tidak pernah memegang jabatan resmi dalam struktur pemerintahan ayahnya.
Pada 2019, Mojtaba juga sempat dikenai sanksi oleh Amerika Serikat.
Jika benar ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi berikutnya, sejumlah analis menilai keputusan itu akan menjadi langkah yang mengejutkan.
“Jika dia terpilih, itu menunjukkan bahwa rezim yang sekarang berkuasa adalah sayap Garda Revolusi yang jauh lebih garis keras,” kata pakar Iran dari Universitas Johns Hopkins, Vali Nasr, kepada The New York Times.
Di sisi lain, ada pula pandangan berbeda yang menyebut penunjukan Mojtaba sebagai opsi rasional.
“Dia sangat akrab dengan pengelolaan dan koordinasi aparat keamanan dan militer,” kata analis politik Iran Mehdi Rahmati.
Namun, Rahmati juga mengingatkan potensi gejolak sosial jika keputusan tersebut benar-benar diambil.
“Sebagian masyarakat akan bereaksi negatif dan keras terhadap keputusan ini, dan akan ada reaksi balik,” ujar dia.
Saat ini, kepemimpinan Iran berada di tangan dewan beranggotakan tiga orang, dua di antaranya merupakan kepercayaan Khamenei yang selamat dari serangan AS.
Siapa pun yang dipilih nantinya tetap harus mendapatkan persetujuan Dewan Penjaga, yang bertugas memeriksa aspek hukum dan kesesuaian dengan kode etik Islam yang ketat.
Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba dinilai tidak memiliki kredibilitas keagamaan yang kuat, yang dalam kondisi normal bisa membuatnya menjadi sasaran veto Dewan Penjaga.
“Namun, Mojtaba mungkin sebagai pilihan sangat progresif yang dapat menyingkirkan kelompok garis keras,” ujar seorang politikus Iran yang dekat dengan Mojtaba, Abdolreza Davari, seperti yang dilansir dari The New York Times.
“Anggaplah pengangkatannya sebagai pergantian kulit,” tambah dia.
Baca Juga: Menlu AS Rubio Sebut Serangan Teheran karena Israel
Ayatollah Ali Khamenei sendiri telah memerintah Iran selama 37 tahun dan berhasil membangun jaringan loyalis yang luas untuk menopang kekuasaannya.
“Kita hampir pasti dapat mengatakan bahwa kepemimpinan (baru) tidak akan terkonsentrasi pada satu orang,” kata penulis biografi Ali Khamenei, Mehdi Khalaji, kepada Journal.
“Pemimpin tertinggi berikutnya sebagian besar akan bersifat seremonial,” imbuhnya.

[…] Inilah Sosok Mojtaba Khamenei, Calon Pengganti Khamenei […]
[…] Inilah Sosok Mojtaba Khamenei, Calon Pengganti Khamenei […]