2 Minggu Gencatan Senjata AS-Iran, Selat Hormuz Dibuka
Iran menjamin akan membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.
Kesepakatan ini diumumkan di tengah upaya kedua negara meredakan konflik dan membuka jalur negosiasi damai.
Baca Juga: Ini Reaksi Keras Israel soal Gencatan Senjata AS-Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pembukaan jalur tersebut akan dilakukan dengan pengamanan khusus.
“Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Araghchi di X.
Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa periode dua minggu tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang.
Pembicaraan dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan, dengan kemungkinan diperpanjang jika disepakati kedua pihak.
Gencatan senjata disertai syarat pembukaan Hormuz
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu.
Keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi intensif dengan Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS, Israel, dan Iran.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump.
Baca Juga: Di Tengah Konflik yang Memanas, Mojtaba Khamenei DIsebut Kritis
Namun, Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini memiliki syarat utama, yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh dan aman.
“Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman,” imbuh dia.
