Miliarder Rusia Ditahan, Diduga Jual Drone China sebagai Lokal
Otoritas Rusia menahan seorang miliarder, sejumlah petinggi perusahaan, serta pejabat pemerintah yang menangani pengembangan drone. Penangkapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penipuan dalam skala besar yang melibatkan industri pesawat nirawak.
Dikutip dari Reuters, berdasarkan pemberitaan media Mash, sejumlah pejabat dari perusahaan Efko diduga menjalankan praktik manipulasi dengan membeli drone secara diam-diam dari China.
Perangkat tersebut kemudian disebut-sebut dipasarkan dan dipublikasikan sebagai hasil pengembangan mandiri perusahaan Rusia.
Baca Juga : Prabowo Usulkan Lomba Kebersihan, Siapkan Rp 20 Miliar!
Kasus tersebut turut menyeret pejabat dari kementerian terkait. Kementerian Perdagangan dan Industri Rusia mengonfirmasi penahanan Alla Polovchenya.
Polovchenya diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Sistem Nirawak dan Robotika di kementerian tersebut.
Selain Polovchenya, tiga eksekutif Efko juga dilaporkan ikut ditahan. Penangkapan tersebut juga mencakup Valery Kustov, sosok miliarder yang merupakan pendiri, pemegang saham pengendali, sekaligus Ketua Dewan Direksi Efko.
Di tengah penahanan jajaran pimpinan dan karyawannya, Efko telah mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan memberikan dukungan kepada para pegawai yang ditahan sekaligus meminta masyarakat tidak membuat spekulasi terkait kasus tersebut.
Efko sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak bunga matahari terkemuka di Rusia.
Efko Mulai Garap Industri Drone
Ekspansi Efko ke industri drone dilakukan sejak 2021 melalui unit usaha bernama Future Transport.
Melalui situs resminya, Future Transport menyebut dirinya sebagai salah satu pemimpin dalam pengembangan sekaligus produksi kendaraan udara nirawak di Rusia.
Perusahaan tersebut memiliki pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di wilayah Belgorod, Rusia bagian barat. Future Transport juga mengoperasikan fasilitas manufaktur di Tolyatti.
Masuknya Efko ke industri drone menunjukkan upaya perusahaan memperluas bisnis di luar sektor minyak nabati. Namun, penyelidikan yang kini berlangsung dapat menjadi persoalan serius bagi perusahaan dan para pejabat yang terseret.
Produksi Drone Jadi Prioritas Rusia
Kasus tersebut menjadi sorotan karena peningkatan kapasitas produksi drone dalam negeri merupakan salah satu agenda strategis Rusia.
Baca Juga : Minyak Iran ke China Tetap Jalan di Tengah Blokade
Pengembangan industri drone domestik semakin penting bagi Moskow di tengah perang yang masih berlangsung dengan Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya telah menempatkan peningkatan produksi drone nasional sebagai salah satu prioritas utama negara dalam menghadapi konflik tersebut.
Dengan demikian, dugaan pembelian drone dari luar negeri lalu mengklaimnya sebagai produk hasil pengembangan sendiri berpotensi menjadi persoalan serius, terutama karena menyangkut program strategis pertahanan Rusia.
