Negosiasi Buntu, AS Kenakan Tarif 50 Persen ke Kanada
Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap Kanada mulai Sabtu (22/8/2026).
Kebijakan itu diterapkan setelah negosiasi perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam mengenakan tarif 50 persen terhadap ekspor Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong Ottawa memberikan konsesi perdagangan dan menghapus praktik yang dianggap tidak adil oleh Washington.
Tarif awalnya dijadwalkan berlaku pada Rabu (19/8/2026). Namun, Trump menunda penerapannya hingga Sabtu agar kedua negara memiliki waktu tambahan untuk bernegosiasi.
Harapan mencapai kesepakatan kemudian pupus setelah perundingan memburuk pada Jumat (21/8/2026) malam.
Kanada menilai tuntutan baru dari AS terlalu besar dibandingkan keuntungan yang ditawarkan dalam kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Ini 8 Seri yang Dijual, Lelang Sukuk Rp20 Triliun Dibuka
Kanada Tuding Syarat Baru AS Gagalkan Kesepakatan
Dalam konferensi pers pada Sabtu (22/8/2026) pagi, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut proposal AS sebagai kesepakatan yang tidak menguntungkan bagi negaranya.
“Kami tidak dapat menerima apa yang mereka tawarkan dan kami tidak akan memberikan apa yang mereka minta,” ujar Carney, dikutip dari New York Times.
Menurut dia, Kanada menarik diri dari negosiasi bukan hanya karena tawaran Washington dianggap tidak memadai. Pemerintah AS juga disebut meminta sejumlah konsesi yang tidak dapat diterima Ottawa.
Kanada sebenarnya telah menyetujui beberapa tuntutan AS. Di antaranya mencabut tarif balasan terhadap baja, aluminium, dan kendaraan asal AS.
Ottawa juga bersedia mendorong pemerintah provinsi untuk kembali menjual minuman beralkohol asal AS. Produk tersebut sebelumnya banyak dibatasi sebagai bagian dari respons perdagangan Kanada.
Namun, Carney mengatakan AS tidak bersedia memberikan pengecualian tarif tertentu untuk kendaraan berat. Washington juga disebut meminta konsesi yang menyentuh kebijakan budaya Kanada dan perlindungan terhadap bahasa Perancis.
Selain itu, AS meminta Kanada menghapus tarif terhadap sejumlah mitra dagang di luar Amerika Serikat. Ottawa menilai permintaan tersebut tidak disertai keuntungan yang cukup besar bagi Kanada.
Pada tahap akhir negosiasi, Kanada juga meminta tarif yang lebih rendah untuk truk pikap dan truk semi. Ottawa turut menginginkan lebih banyak pengecualian bagi mobil yang menggunakan komponen produksi AS dan Kanada.
“Singkatnya, mereka meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit,” tutur Carney terkait kebijakan AS dalam pidatonya.
Tawaran AS untuk Kanada
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan Washington sebenarnya telah menawarkan sejumlah keringanan. Tawaran tersebut mencakup penurunan tarif terhadap baja, aluminium, mobil, dan kayu asal Kanada.
Menurut Greer, kesepakatan itu akan memberikan Kanada perlakuan yang lebih istimewa dibandingkan sebagian besar mitra dagang AS lainnya.
Pemerintahan Trump menawarkan penghapusan tarif 10 persen terhadap kayu lunak Kanada yang diberlakukan tahun lalu menggunakan ketentuan Bagian 232.
Washington juga menawarkan pengurangan tarif kendaraan yang sebelumnya berada di level 25 persen. Jika kendaraan memenuhi persyaratan tertentu terkait penggunaan komponen AS, tarif tersebut bahkan dapat turun hingga sekitar 7 persen.
Sementara untuk baja, pemerintah AS menawarkan pemangkasan tarif dari 50 persen menjadi 25 persen pada sebagian besar produk Kanada.
Namun, fasilitas tersebut akan menggunakan sistem kuota sehingga hanya volume tertentu yang memperoleh tarif lebih rendah.
“AS siap mengurangi tarif baja dari 50 persen menjadi 25 persen untuk sebagian besar baja yang dikirim Kanada ke AS,” kata Greer.
Untuk aluminium, Washington menawarkan pemangkasan tarif dari 50 persen menjadi 25 persen tanpa menggunakan batas kuota.
AS juga menawarkan penurunan tarif untuk produk berbahan baja dan aluminium, termasuk stik golf dan kaleng minuman. Besaran tarif dapat dipangkas antara 10 hingga 25 poin persentase, dengan tarif terendah sekitar 15 persen.
Selain itu, Washington menawarkan penangguhan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada. Barang tersebut antara lain produk susu, anggur, tongkat hoki, dan beberapa komoditas lainnya.
Baca Juga: Rute Arktik ke Eropa Diuji Korea Selatan, Rusia Disorot
Kanada Siapkan Tarif Balasan
Kegagalan negosiasi membuat Kanada menyiapkan langkah balasan terhadap kebijakan perdagangan AS.
Ottawa berencana mengenakan tarif baru terhadap produk-produk Amerika mulai 8 September 2026.
Produk yang akan dikenakan tarif antara lain baja, elektronik, produk susu, peralatan rumah tangga, alat pertanian, serta pulp dan kertas.
“Kanada akan menyamai tarif baru Washington demi dollar untuk melindungi pekerja, petani, keluarga, dan bisnis Kanada,” kata Carney, dikutip dari Reuters.
Carney menegaskan Kanada tidak akan tinggal diam ketika kebijakan perdagangan AS dinilai merugikan perekonomiannya.
“Anda sedang berperang ketika diserang. Kami diserang,” sambung dia.
Langkah tersebut membuat hubungan perdagangan kedua negara memasuki babak baru yang lebih tegang.
Padahal, Kanada masih sangat bergantung pada pasar AS, dengan hampir 70 persen ekspornya dikirim ke negara tersebut.
Meski demikian, Carney termasuk salah satu pemimpin yang memilih membalas kebijakan tarif Trump. Ia juga berjanji memperluas hubungan perdagangan dengan negara lain untuk mengurangi ketergantungan Kanada terhadap pasar Amerika Serikat.
