Prabowo Minta Maaf kepada Putin karena Absen Acara Rusia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena tidak dapat menghadiri perayaan Hari Nasional Rusia pada 12 Juni 2026 serta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.
Prabowo menjelaskan, dirinya tidak dapat memenuhi undangan Putin untuk datang ke Rusia pada saat itu karena harus menjalankan sejumlah agenda dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.
“Izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026. Juga atas penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026,” kata Prabowo saat santap siang bersama Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga : Prabowo Temui Putin di Rusia, Bahas Kerja Sama
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang saya tidak dapat tinggalkan,” lanjutnya.
Meski sebelumnya tidak dapat hadir dalam agenda yang diundang Putin, Prabowo kemudian datang ke Rusia pada awal September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok.
“Saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang,” ujar Prabowo, yang disambut senyum oleh Putin.
Prabowo mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk membalas kesempatan yang sebelumnya tidak dapat dipenuhinya.
Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki hubungan historis yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Menurutnya, Rusia merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia.
Ia pun menyambut baik peningkatan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis sejak tahun sebelumnya.
“Dan sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11,” tutur Prabowo.
Baca Juga : Purbaya Ubah Cara Pantau Likuiditas, Gunakan Base Money
Menurut Prabowo, EEF memiliki peluang besar untuk menjadi penghubung dalam memperkuat kerja sama dan konektivitas di kawasan Pasifik. Hal tersebut dinilai relevan karena Indonesia dan Rusia sama-sama memiliki kepentingan di kawasan tersebut.
Sebagai negara kepulauan, Prabowo menekankan pentingnya konektivitas serta kerja sama di sektor maritim bagi Indonesia.
“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat sebagaimana Yang Mulia telah sampaikan, di bidang ekonomi perdagangan kita meningkat, kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” kata Prabowo.

[…] Prabowo Minta Maaf kepada Putin karena Absen Acara Rusia […]