Basarnas Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Erupsi Anak Krakatau
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat sistem kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Baca Juga : BGN Ungkap Kasus Keracunan MBG Berpotensi Pidana
“Guna menghindari gangguan serius pada kesehatan, diimbau agar masyarakat yang terdampak abu vulkanik menggunakan masker untuk memfilter masuk dalam sistem pernapasan,” kata Noer kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026).
Selain masyarakat, Basarnas meminta seluruh moda transportasi yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak untuk terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi terbaru.
Basarnas secara khusus meminta operator penerbangan, pelayaran, serta pengguna jalan untuk selalu memperbarui informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah.
“Khusus untuk operator penerbangan, pelayaran, dan pengguna jalan mengupdate informasi resmi dari pemerintah terkait penetapan operasional transportasi guna meningkatkan aspek keselamatan,” tegas Noer.
Menurut Basarnas, informasi mengenai kondisi erupsi dan ketentuan operasional transportasi penting diperhatikan karena situasi di sekitar gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
Noer juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, termasuk kesiapan potensi search and rescue (SAR), untuk menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga : BYD Punya Utang ke Pemerintah, Wajib Produksi Ribuan Mobil Listrik
Basarnas meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Mengimbau masyarakat mematuhi himbauan resmi pemerintah jangan terpancing isu hoaks,” ujar Noer.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah, serta mematuhi setiap arahan yang diberikan untuk mengurangi risiko keselamatan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
