JD Vance Tak Dukung Netanyahu, Berbeda dengan Trump
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memilih tidak menyatakan dukungan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kembali menjabat. Sikap tersebut berbeda dengan Presiden AS Donald Trump yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel.
Dalam wawancara dengan wartawan di pesawat kepresidenan Air Force Two pada Senin (19/10/2026), Vance menegaskan bahwa dirinya hanya akan memberikan dukungan kepada kandidat politik di Amerika Serikat.
“Saya mendukung kandidat-kandidat Amerika, dan itulah yang menjadi fokus saya, yaitu pemilihan paruh waktu,” kata Vance, dilansir CNN. “Saya tidak akan ikut campur dalam pemilihan umum Israel.”
Baca Juga: Menhan AS Temui Netanyahu secara Mendadak, Bahas Iran
Sikap Vance ini menjadi sorotan karena sebelumnya ia pernah terlibat dalam kampanye politik di luar negeri. Pada awal 2026, Vance berkunjung ke Budapest, Hungaria, untuk mendukung Viktor Orbán, perdana menteri saat itu yang juga mendapat dukungan dari Trump dalam pemilihan umum.
Namun, Orbán yang telah lama berkuasa justru kalah dalam pemilihan tersebut.
Vance menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak menyatakan dukungan kepada Netanyahu bukan berarti dirinya menentang pemimpin Israel tersebut. Ia hanya tidak ingin terlibat dalam pemilihan umum di negara itu.
“Saya tidak menentang pemberian dukungan kepadanya. Saya juga tidak mendukung pemberian dukungan kepadanya. Saya tidak akan ikut campur dalam pemilihan umum Israel,” ujarnya.
Trump Terbuka Dukung Netanyahu, Hegseth Kunjungi Israel
Sementara itu, sikap Trump terhadap Netanyahu mengalami perubahan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam wawancara dengan majalah Time pada awal Oktober 2026, Trump sempat mengatakan, “Saya tidak lagi terlibat dalam politik Israel.”
Namun, pada Sabtu, Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut pemimpin Israel tersebut sebagai “Perdana Menteri Pejuang yang Hebat”.’
Baca Juga: Serangan Rudal Houthi di Yaman Tewaskan 58 Orang, 200 Terluka
Perbedaan sikap antara Trump dan Vance muncul hanya beberapa hari sebelum pemilihan umum Israel digelar. Meski demikian, Vance tidak menyebut adanya perselisihan dengan Trump terkait dukungan terhadap Netanyahu.
Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel yang sebelumnya tidak diumumkan kepada publik. Kunjungan tersebut berlangsung ketika persiapan pemilihan umum Israel memasuki tahap akhir.
Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut dan seorang pejabat AS, Hegseth melakukan kunjungan itu di tengah persiapan pemilu.
Seorang sumber Israel yang mengetahui detail pertemuan serta sumber lain yang memahami agenda tersebut mengatakan Hegseth bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin malam.
