Perang Dunia 3 Makin Dekat ke Amerika, Ini Alasannya
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, menuding Amerika Serikat melakukan tindakan “pembajakan” setelah pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak di perairan lepas pantai Venezuela. Ia menilai langkah tersebut sebagai ancaman serius terhadap perdagangan global serta pelanggaran hukum internasional.
Maduro mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib awak kapal yang disebut telah menghilang selama lima hari sejak penyitaan terjadi.
Baca Juga : BI Tahan Suku Bunga dengan Acuan 4,75%, Kenapa?
Ia mempertanyakan sikap lembaga-lembaga internasional, seperti Pengadilan Hak Asasi Manusia Antar-Amerika dan Mahkamah Pidana Internasional, yang dinilainya bungkam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, penyitaan kapal pribadi dengan kekuatan bersenjata dan hilangnya awak kapal menimbulkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk kemungkinan penyiksaan.
Penyitaan yang berlangsung pada 10 Desember itu diklaim Amerika Serikat sebagai operasi penyitaan kapal tanker terbesar yang pernah dilakukan. Langkah tersebut sekaligus mempertegas eskalasi ketegangan antara Washington dan Caracas yang terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Selama ini, Amerika Serikat memang aktif memimpin operasi militer anti-narkotika di kawasan Laut Karibia dan Pasifik Timur. Namun, Venezuela menilai kampanye tersebut hanyalah dalih untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro, yang dianggap tidak sah oleh AS, serta dikaitkan dengan isu narkoba dan korupsi.
Pemerintah Venezuela justru menuding Amerika Serikat berupaya merebut cadangan minyak negaranya, yang merupakan salah satu terbesar di dunia dan terpusat di Cekungan Sungai Orinoco.
Maduro menegaskan bahwa negaranya tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut. Ia juga menyebut hasil klaim pemerintah yang menyatakan mayoritas warga Venezuela menolak penyitaan kapal itu dan menganggapnya sebagai pencurian aset negara.
Selain penyitaan kapal, Kementerian Perminyakan Venezuela menuduh Amerika Serikat berada di balik serangan siber terhadap perusahaan minyak milik negara, Petróleos de Venezuela (PDVSA). Serangan tersebut disebut bertujuan melumpuhkan operasional perusahaan, dan menjadi bagian dari strategi agresif Washington untuk menguasai minyak Venezuela secara paksa.
Menurut Penjaga Pantai AS, kapal tanker yang disita, M/T Skipper, merupakan kapal pengangkut minyak mentah yang terkena sanksi internasional.
Amerika Serikat menduga kapal tersebut terlibat dalam jaringan pengiriman minyak yang mendukung Hizbullah Lebanon dan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, dua kelompok yang dikategorikan AS sebagai organisasi teroris. Pihak FBI menilai penyitaan ini sebagai keberhasilan dalam melemahkan Venezuela dan Iran.
Sementara itu, ketegangan di kawasan Karibia terus meningkat seiring intensifikasi operasi Amerika Serikat. Situasi ini turut memicu reaksi dari sejumlah negara besar seperti China, Rusia, dan Iran, yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Venezuela.
Baca Juga : Prabowo Sudah Teken PP Pengupahan, Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2026

[…] Perang Dunia 3 Makin Dekat ke Amerika, Ini Alasannya […]
[…] Baca Juga: Perang Dunia 3 Makin Dekat ke Amerika, Ini Alasannya – Economix […]