Trump Tegaskan Tidak Perlu Persetujuan Kongres untuk Serangan ke Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak memerlukan persetujuan dari Kongres untuk melancarkan serangan darat ke Venezuela..
Melansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025), pernyataan ini diungkapkan oleh Trump sebagai respons atas pertanyaan seorang reporter mengenai rencana serangan terhadap kartel narkoba di negara Amerika Latin tersebut.
Menurut Trump mengaku bahwa dirinya tidak keberatan memberi tahu anggota parlemen, tetapi menegaskan bahwa hal itu bukan suatu keharusan.
“Saya tidak keberatan memberi tahu mereka, tetapi Anda tahu, itu bukan masalah besar. Saya tidak harus memberi tahu mereka,” kata Trump di Gedung Putih.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah kritik bahwa ia telah melampaui wewenang konstitusionalnya dengan melaksanakan serangan-serangan di laut.
Baca Juga: Trump Perintahkan Blokade Kapal Tanker Minyak Venezuela – Economix
Sejak September, Amerika Serikat telah melakukan beberapa serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di perairan Karibia dan Pasifik.
Serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan setidaknya 99 korban jiwa dan memicu perdebatan sengit mengenai dasar hukum operasi militer itu.
Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh bahwa kampanye militer AS ini bertujuan untuk menggulingkan pemerintahannya, dan bukan sekadar untuk menghentikan perdagangan narkoba seperti yang diklaim Washington.
Secara konstitusional, meskipun Presiden AS merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, kewenangan untuk menyatakan perang secara resmi berada di tangan Kongres.
Kritik terhadap tindakan Trump disuarakan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat, Gregory Meeks, yang menyatakan bahwa Presiden tidak menunjukkan landasan hukum yang cukup, baik berdasarkan hukum AS maupun internasional, untuk melakukan serangan mematikan terhadap kapal-kapal tersebut.
Baca Juga: Trump Klaim Perbaiki Ekonomi AS di Tengah Turunnya Tingkat Kepuasan Publik – Economix
“Presiden gagal menunjukkan wewenang yang diperlukan berdasarkan hukum AS atau internasional untuk melakukan serangan militer mematikan terhadap kapal-kapal ini,” ujarnya.
Meeks menegaskan bahwa kapal-kapal yang diserang bahkan tidak selalu mengarah ke AS dan berada ribuan mil dari wilayah Amerika Serikat, sehingga tidak dapat diklaim sebagai ancaman langsung yang membenarkan penggunaan kekuatan militer.
Adapun para ahli menyatakan bahwa secara teknis Trump dapat memerintahkan serangan militer terbatas di Venezuela tanpa persetujuan Kongres, namun hanya untuk operasi sementara yang dibingkai sebagai tindakan defensif atau berlingkup terbatas.
Pasca serangan 11 September 2001, Kongres pernah memberikan wewenang penggunaan kekuatan militer untuk perang di Afghanistan dan Irak, yang kemudian juga digunakan sebagai dasar untuk operasi kontra-terorisme di negara lain.
Baca Juga: Trump Paksa Ukraina Serahkan Donbas ke Rusia sebagai Syarat Mutlak Akhir Perang – Economix

[…] Trump Tegaskan Tidak Perlu Persetujuan Kongres untuk Serangan ke Venezuela […]
[…] Baca Juga: Trump Tegaskan Tidak Perlu Persetujuan Kongres untuk Serangan ke Venezuela – Economix […]