SBY Khawatir Perang Dunia III Terjadi, Situasinya Mirip PD I dan II?
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku khawatir dunia tengah berada di ambang Perang Dunia III seiring memburuknya situasi geopolitik global dalam beberapa waktu terakhir.
SBY menilai perang dunia ketiga sangat mungkin terjadi, meskipun secara teori masih dapat dicegah, namun peluang untuk mencegahnya semakin mengecil dari hari ke hari.
“Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,” tulis SBY melalui akun X pribadinya, Senin (19/1).
Menurut SBY, dinamika global saat ini menunjukkan banyak kemiripan dengan kondisi dunia menjelang pecahnya Perang Dunia Pertama pada 1914–1918 dan Perang Dunia Kedua pada 1939–1945. Ia menilai pola-pola lama kembali terulang di tengah lanskap politik internasional yang kian tegang.
“Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini,” tutur dia.
Baca Juga: Limit Aman, Menkeu Purbaya Sebut TKD Daerah Bencana Harus Habis
Kemiripan Geopolitik dengan Perang Dunia Sebelumnya
SBY menyoroti sejumlah indikator yang dinilainya identik dengan periode pra-perang dunia di masa lalu. Salah satunya adalah munculnya pemimpin negara kuat yang cenderung memilih jalan konfrontasi dan perang dalam menyelesaikan konflik.
Selain itu, ia juga menyinggung terbentuknya blok dan persekutuan negara-negara besar yang saling berhadapan, disertai dengan peningkatan kekuatan militer dalam skala masif. Kondisi ini, menurut SBY, menciptakan ketegangan global yang rawan meledak menjadi konflik terbuka.
Di sisi lain, ia melihat banyak negara saat ini justru terkesan abai terhadap sinyal-sinyal bahaya tersebut. Sebagian negara mungkin tidak memiliki kekuatan untuk berperan aktif dalam pencegahan, sementara sebagian lainnya dinilai sudah tidak lagi peduli terhadap risiko perang global.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengungkapkan, dalam situasi seperti ini, dirinya hanya bisa berharap dan berdoa agar konflik besar dapat dihindari. Ia mengingatkan bahwa perang dunia modern berpotensi melibatkan senjata nuklir yang dampaknya jauh lebih menghancurkan dibandingkan perang sebelumnya.
Baca Juga: Purbaya Sebut IHSG ATH dan Rupiah Menyusul saat Kurs Dollar Hampir Rp 17 Ribu
Ancaman Perang Nuklir dan Peran PBB
SBY pun mengutip berbagai kajian yang menyebutkan bahwa jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi perang total yang berujung pada kehancuran peradaban manusia.
“Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia,” jelas SBY.
Dalam pandangannya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya mengambil peran lebih aktif untuk mencegah krisis global berskala besar. Ia berharap organisasi internasional tersebut dapat menginisiasi pertemuan para pemimpin dunia dengan satu agenda utama, yakni mencegah pecahnya perang dunia baru.
“Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,” imbuh dia.
Pernyataan SBY tersebut mencerminkan kegelisahan atas arah geopolitik global saat ini, yang dinilainya semakin menjauh dari upaya perdamaian dan semakin mendekati jurang konflik berskala dunia.
Baca Juga: Tunggu Proses Merger dari Danantara, Perpres Ojol Segera Final

[…] SBY Khawatir Perang Dunia III Terjadi, Situasinya Mirip PD I dan II? […]