Bos MSCI Sambangi Kantor Luhut, Bahas Apa?
Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa perwakilan Morgan Stanley dari Singapura mendatanginya untuk membahas kondisi pasar saham Indonesia, termasuk isu indeks MSCI yang sempat menekan pergerakan bursa domestik. Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam.
“Ya, dari Singapura dia ya. Dari Singapura. Morgan Stanley Asia Tenggara. Datang si John, siapa namanya. Kami diskusi panjang. Dia tanya saya, apa yang Anda lihat? Saya jelaskan, kita bagus kok semua tidak ada yang salahkan sih,” ujar Luhut, dalam acara peluncuran website resmi DEN, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga : Danantara Target BUMN berikan Laba Rp 360T di 2026
Menurut Luhut, pemerintah saat ini tengah melanjutkan agenda government technology. Sebagai Ketua Government Technology, ia mengaku fokus membenahi sistem digitalisasi pemerintahan.
“Kita tahu sekarang, kita paham masalah ini sekarang. Betapa banyak salah kita, dan sekarang kita perbaiki. Karena saya ketua government technology. Kita perbaiki bersama-sama. Kita undang World Bank melihat. Kita undang juga ada peneliti dari Harvard Institute hadir. Kita minta asistensi dari mereka. Dan mereka kaget bahwa sekarang itu dengan apa yang kita miliki hari ini, itu sudah bisa face recognition, jelas Luhut.
Selain itu, Luhut menyatakan keinginannya untuk mendorong reformasi pasar modal nasional. Ia mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar posisi strategis di pasar modal diisi oleh generasi muda yang memahami teknologi dan keuangan.
“Kita ada usul ke Presiden supaya capital market ini direformasi, manusianya dicari yang muda, yang sekalian cari dari yang muda, yang paham uang, dan digunakan AI, berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan,” tegas Luhut.
Meski demikian, Luhut menilai praktik tidak sehat di pasar modal bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga ditemukan di negara lain seperti India dan sejumlah negara lainnya.
Baca Juga : Bahlil Kumpulkan Juragan Migas RI, Kenapa?
