Pengerahan Pasukan Darat ke Iran Dinilai Trump Belum Perlu
Presiden AS Donald Trump menyatakan belum melihat kebutuhan untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran di tengah konflik yang terus memanas, meski tetap membuka kemungkinan tersebut jika situasi berkembang.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan media AS, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Iran Izinkan Kapal Irak Bebas Melintasi Hormuz di Tengah Blokade
Trump Tak Tutup Opsi Pengerahan Pasukan DaratTrump soal pasukan darat
“Saya rasa itu tidak perlu, tetapi saya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun,” ucap Trump kepada ABC News, seperti yang dilansir oleh Anadolu Agency, Senin (6/4/2026).
Dalam wawancara terpisah dengan The Hill, Trump kembali menegaskan bahwa opsi pengerahan pasukan darat tetap terbuka, terutama jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Trump sejak awal operasi militer AS terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Sebelumnya, ia juga mengatakan kepada New York Post bahwa dirinya tidak “merasa gugup terkait pengerahan pasukan darat”.
Gedung Putih dalam pernyataan terpisah menyebut bahwa pengerahan pasukan darat belum menjadi bagian dari rencana saat ini.
Namun, Gedung Putih menambahkan bahwa Trump “dengan bijak tetap membuka opsi-opsi yang ada”.
Baca Juga: Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Trump Ultimatum akan Serang Pembangkit Listrik Iran
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu balasan berupa serangan rudal dan drone dari Teheran ke sejumlah wilayah, termasuk Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Rangkaian serangan tersebut menimbulkan korban jiwa di kedua pihak, termasuk tentara Amerika Serikat yang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
