Di Tengah Blokade, Iran Izinkan Kapal Irak Bebas Melintasi Hormuz
Iran mengumumkan kapal-kapal Irak kini diperbolehkan melintas di Selat Hormuz, menandai pelonggaran kontrol Teheran atas jalur vital energi global di tengah konflik yang masih berlangsung.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, di saat tekanan dari Presiden Donald Trump terus meningkat agar Iran membuka jalur tersebut sepenuhnya.
Baca Juga: Iran Dapat Ultimatum Trump 48 Jam! Pilih Damai atau Hancur
Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz untuk Irak
“Irak akan dibebaskan dari semua pembatasan di selat tersebut, dengan kontrol hanya berlaku untuk negara-negara musuh,” ungkap Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan pada Sabtu (4/4/2026).
“Kami sangat menghormati kedaulatan nasional Irak,” lanjut pernyataan tersebut.
“Anda adalah bangsa yang menanggung bekas luka pendudukan Amerika, dan perjuangan Anda melawan AS patut dipuji dan dikagumi,” tambahnya.
Namun, Iran tetap menolak tuntutan Trump yang meminta pembukaan penuh Selat Hormuz, bahkan menyebut ancaman tersebut sebagai “tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh”.
Sebelumnya, Trump memperingatkan bahwa “neraka besar” akan terjadi dalam 48 jam jika Iran tidak mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Iran Tetapkan Tarif bagi Kapal yang Melintasi selah Hormuz, selain Malaysia
Dampak ke Pasar Energi Global dan Produksi Minyak
Sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada akhir Februari, Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Meski lalu lintas kapal mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, jumlahnya masih jauh di bawah normal.
Data pelacakan kapal menunjukkan hanya 53 kapal yang melintas dalam sepekan terakhir, meningkat dari 36 pada pekan sebelumnya, namun tetap turun lebih dari 90 persen dibanding kondisi normal.
Adapun gangguan distribusi energi ini turut mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent bahkan bertahan di atas 109 dolar AS per barel dalam beberapa hari terakhir, dengan potensi kenaikan lebih lanjut jika jalur tersebut tidak segera pulih.
Dampak juga dirasakan Irak, yang mengalami penurunan produksi minyak signifikan akibat terganggunya ekspor melalui selat tersebut.
Produksi minyak Irak tercatat turun menjadi 1,2 juta barel per hari dari sebelumnya 4,3 juta barel per hari, memperlihatkan besarnya tekanan terhadap ekonomi negara tersebut di tengah konflik kawasan.
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan, Iran Izinkan Kapal Logistik Melewati Selat Hormuz

[…] Di Tengah Blokade, Iran Izinkan Kapal Irak Bebas Melintasi Hormuz […]
[…] Di Tengah Blokade, Iran Izinkan Kapal Irak Bebas Melintasi Hormuz […]