Mojtaba Khamenei Disebut dalam Kondisi Kritis di Tengah Konflik yang Memanas
Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di kota suci Qom.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The Times yang mengutip memo diplomatik berbasis intelijen Amerika Serikat.
Dalam memo itu disebutkan bahwa Khamenei berada dalam kondisi tidak berdaya sehingga tidak mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pemerintahan Iran.
Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Iran Batal Diratakan Trump, Gencatan Senjata Tercapai!
Laporan intelijen dan spekulasi kekuasaan
Menurut laporan yang sama, memo diplomatik tersebut telah dibagikan kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Dokumen itu juga disebut sebagai laporan pertama yang mengungkap dugaan lokasi Khamenei yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan.
Dilansir dari The Jerusalem Post, kondisi kesehatan Khamenei dinilai berpotensi memperdalam ketidakpastian politik di Iran, terutama setelah meningkatnya ketegangan akibat konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menjalankan pemerintahan Iran selama perang berlangsung.
Meski pejabat Iran menyatakan Khamenei masih memegang kendali, ketidakhadirannya di ruang publik sejak konflik dimulai memicu spekulasi bahwa kekuasaan mungkin dijalankan oleh pihak lain.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Disebut dalam Kondisi Kritis di Tengah Konflik yang Memanas
IRGC disebut berpotensi ambil kendali
Laporan juga menyebut Khamenei diduga tidak mampu memimpin pemerintahan selama beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa Korps Garda Revolusi Islam kini memegang kendali de facto atas negara.
Sejak konflik berlangsung, televisi pemerintah Iran hanya menyiarkan dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei.
Namun, tidak ada rekaman audio maupun video yang menunjukkan dirinya berbicara langsung, sehingga memperkuat klaim pihak oposisi bahwa kondisinya masih kritis.
Selain itu, memo yang sama juga menyebut adanya persiapan di Qom untuk pembangunan mausoleum besar bagi Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya.
Jika benar, rencana tersebut akan berbeda dari laporan sebelumnya di Iran yang menyebut upacara pemakaman akan dipusatkan di Teheran.
