Netanyahu Sebut India Jadi Pendukung Terkuat Israel di Asia
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji hubungan erat negaranya dengan India dan menyebut New Delhi memiliki “cinta yang luar biasa” terhadap Israel.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat berbicara dalam Konferensi Lembah Yordania pada Kamis waktu setempat.
Menurut Netanyahu, Israel saat ini menghadapi tantangan berupa upaya “delegitimasi” di berbagai negara dunia. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak terjadi di India.
“Israel menghadapi masalah delegitimasi di dunia, tetapi tidak di India,” ujar Netanyahu, dikutip Jumat (29/5/2026).
Netanyahu juga menyebut India sebagai salah satu pendukung terkuat Israel dan menggambarkan hubungan kedua negara sebagai hubungan yang unik.
Ia bahkan menyebut India sebagai “sekutu Asia” bagi Israel.
Hubungan diplomatik India dan Israel resmi dibuka pada 1992. Namun, India sebenarnya telah mengakui Israel sejak 1950, tidak lama setelah negara tersebut berdiri.
Baca Juga: Kapal Perang Belanda di Laut Sengketa Diusir China
Hubungan Dagang dan Pertahanan Terus Menguat
Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya juga menyoroti hubungan historis kedua negara yang disebut telah terjalin selama ribuan tahun melalui jalur perdagangan laut antara Laut Mediterania dan Samudra Hindia.
Saat ini, India tercatat menjadi mitra dagang terbesar kedua Israel di kawasan Asia.
Berdasarkan data Kedutaan Besar India di Israel, nilai perdagangan bilateral kedua negara di luar sektor pertahanan mencapai 10,77 miliar dollar AS pada periode 2022–2023.
Dalam kunjungannya ke Israel pada Februari lalu, Modi juga memuji “kemitraan pertahanan yang kuat” antara kedua negara.
Ia mengatakan India dan Israel saat ini tengah menggarap “Perjanjian Perdagangan Bebas yang ambisius”.
Media setempat melaporkan India telah menandatangani pembelian senjata dari Israel senilai 8,6 miliar dollar AS sepanjang tahun ini.
Netanyahu juga menyampaikan apresiasi kepada India yang dinilai tetap berdiri di pihak Israel setelah serangan Hamas pada 2023 lalu.
Meski demikian, India sempat menyampaikan kekhawatiran setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada awal tahun ini.
Baca Juga: Pangkalan Militer AS Tak Lagi Aman di Timteng, Ungkap Mojtaba
Dalam pertemuannya dengan Netanyahu pada Maret lalu, Modi menyerukan agar konflik segera dihentikan.
“Keselamatan warga sipil harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Modi.
Israel sendiri masih menghadapi sorotan internasional terkait operasi militernya di Gaza sejak serangan Hamas pada 2023.
Sejumlah pihak menuding operasi tersebut sebagai tindakan genosida terhadap warga Palestina, tuduhan yang terus dibantah oleh Israel.

[…] Netanyahu Sebut India Jadi Pendukung Terkuat Israel di Asia […]