China Murka ke Jepang, Tuding Sebar Klaim Tak Berdasar
Hubungan China dan Jepang kembali memanas, setelah Beijing melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi. Pemerintah Presiden Xi Jinping menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kawasan.
Ketegangan terbaru ini muncul setelah Koizumi menegaskan komitmen Jepang untuk terus memperkuat kemampuan militernya. Ia juga menyoroti peningkatan kekuatan militer China yang dinilai kurang transparan.
Baca Juga : Prabowo Terima Utusan Emir Qatar, Apa yang Dibahas?
Pernyataan tersebut menambah daftar panjang perselisihan diplomatik antara kedua negara yang telah berlangsung sejak akhir 2025. Saat itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer apabila China berupaya mengambil alih Taiwan, wilayah yang berpemerintahan sendiri namun diklaim sebagai bagian dari China.
China Tuding Jepang Sebarkan Kebingungan
Menanggapi pernyataan Koizumi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan kritik tajam kepada pemerintah Jepang.
“Mereka tampak pucat dan lemah di hadapan serangkaian fakta dan angka historis dan hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers, menanggapi pernyataan Koizumi, Senin (1/6/2026).
“Pejabat Jepang ini dengan sengaja… mencoba membalikkan keadaan dan menabur kebingungan,” tambahnya.
“Dialog yang disebut-sebut Jepang hanyalah kemunafikan-pertunjukan yang dilakukan untuk pencitraan, tanpa ketulusan yang sebenarnya.”
Beijing menilai sejumlah pernyataan pejabat Jepang tidak mencerminkan upaya dialog yang konstruktif dan justru memperburuk hubungan bilateral kedua negara.
Jepang Percepat Penguatan Pertahanan
Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, Jepang memang semakin aktif memperkuat sektor pertahanan. Kebijakan tersebut menandai perubahan dari pendekatan yang relatif pasif yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari strategi keamanan Jepang pasca-Perang Dunia II.
Tokyo kini lebih fokus meningkatkan kemampuan pertahanan guna menghadapi berbagai tantangan keamanan regional yang terus berkembang.
Sebelumnya, Koizumi menyampaikan pandangannya dalam forum keamanan internasional Dialog Shangri-La yang digelar oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) di Singapura.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut perkembangan kekuatan militer China sebagai salah satu isu keamanan yang paling diperhatikan Jepang.
“Tokyo akan terus meningkatkan kemampuan pertahanannya dan melakukan pembaruan berkelanjutan dengan tingkat transparansi yang tinggi, termasuk di bidang kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, serta pertahanan siber dan ruang angkasa,” katanya.
Baca Juga : Seskab Teddy Buka Suara Terkait Frekuensi Kunjungan ke Luar Negeri
Beijing Soroti Kebijakan “Militerisme Baru” Jepang
China selama ini kerap mengkritik langkah Jepang yang dinilai semakin agresif dalam memperkuat kekuatan pertahanannya. Beijing bahkan menyebut arah kebijakan tersebut sebagai bentuk “militerisme baru” yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Asia-Pasifik.
Menurut China, peningkatan kapasitas militer Jepang secara signifikan dapat memicu ketegangan baru di kawasan yang saat ini juga diwarnai berbagai sengketa geopolitik, termasuk isu Taiwan.
Perselisihan terbaru ini menunjukkan bahwa hubungan China dan Jepang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keamanan regional, modernisasi militer, dan masa depan Taiwan yang terus menjadi isu sensitif bagi kedua negara.

[…] China Murka ke Jepang, Tuding Sebar Klaim Tak Berdasar […]