Iran Bantah Kabar Presiden Pezeshkian Ajukan Resign
Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.
Sebelumnya, laporan yang dikutip dari Jerusalem Post pada Minggu (31/5/2026) menyebut Pezeshkian telah mengirim surat pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Dalam laporan tersebut, Pezeshkian disebut menyoroti meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dinilai telah mengambil alih sebagian besar urusan pemerintahan.
Akibat kondisi itu, Pezeshkian dikabarkan merasa tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan maupun memenuhi tanggung jawabnya sebagai presiden.
Baca Juga: Trump Dinyatakan Sehat, Tetap DIminta Turun Berat Badan oleh Dokter
Diduga Berselisih dengan IRGC
Sumber anonim yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut perbedaan pandangan antara Pezeshkian dan pimpinan IRGC berkaitan dengan pengelolaan perang serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian Iran.
Laporan itu juga menyebut pengaruh IRGC dalam struktur kekuasaan Iran terus menguat dan secara bertahap mengurangi sejumlah kewenangan presiden.
Meski demikian, kantor presiden Iran langsung membantah kabar tersebut.
Menurut laporan India Today, pemerintah Iran menyebut informasi mengenai pengunduran diri Pezeshkian sebagai laporan yang “tidak berdasar”.
Pemerintah juga menuding media asing menyebarkan informasi yang keliru.
Mereka bahkan menyebut kabar tersebut sebagai bagian dari “permainan media yang konyol” yang lebih mencerminkan “angan-angan daripada kenyataan”.
Mengutip sumber pemerintah yang mengetahui persoalan tersebut, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menyatakan bahwa Pezeshkian tetap menjabat dan terus menjalankan tugasnya sebagai presiden.
Wakil Kepala Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei, turut membantah laporan itu.
Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan, “Penyebaran rumor oleh jaringan asing yang tidak bereputasi ini merupakan kelanjutan dari permainan media konyol sebelumnya. Mereka telah menerbitkan angan-angan mereka sendiri sebagai pengganti kenyataan.”
Tabatabaei menegaskan bahwa Pezeshkian tetap berkomitmen menjalankan tugasnya.
“Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari melayani rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan,” ujarnya.
Baca Juga: AS Langsung Ancam Saat Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz
Pezeshkian Akui Iran Hadapi Tantangan Besar
Di tengah beredarnya spekulasi tersebut, Pezeshkian baru-baru ini mengakui bahwa Iran sedang menghadapi situasi yang sulit.
Ia menggambarkan kondisi yang dihadapi negaranya saat ini sebagai situasi yang “tidak normal dan tidak sederhana”.
Menurut Pezeshkian, pengelolaan negara dalam kondisi tersebut membutuhkan koordinasi, dialog, empati, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan kepada masyarakat mengenai kondisi yang sedang dihadapi Iran, termasuk kapasitas, keterbatasan, serta tanggung jawab bersama yang dimiliki negara.
Pezeshkian menambahkan bahwa tekanan dan pembatasan dari luar negeri telah menciptakan tantangan besar bagi pemerintahannya.
Ia memperingatkan bahwa perubahan situasi dapat memaksa pemerintah menerapkan kebijakan dan strategi tambahan.
Selain itu, ia mendorong media nasional untuk menyajikan gambaran yang realistis mengenai kondisi dalam negeri, bersamaan dengan perkembangan situasi internasional.
Presiden yang terpilih dengan janji reformasi serta peningkatan hubungan dengan komunitas internasional tersebut hingga kini disebut masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan agenda pemerintahannya di tengah kompleksitas struktur kekuasaan Iran.
