Indonesia Cari Migas dari Amerika Latin Usai Hormuz Ditutup
Pemerintah Indonesia mulai menjajaki kerja sama dengan Venezuela dan sejumlah negara di Amerika Latin untuk memperkuat pasokan minyak dan gas (migas) di tengah penutupan Selat Hormuz.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya diversifikasi sumber energi agar impor minyak Indonesia tidak bergantung pada jalur pelayaran yang terdampak konflik di kawasan Teluk.
Baca Juga: Iran Diklaim Dikelabui Trump dan Angkut Jutaan Barel Minyak
Indonesia Cari Sumber Migas yang Tak Lewati Selat Hormuz
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan Indonesia telah memperoleh izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela dan mulai membuka peluang investasi energi di kawasan Amerika Latin.
“Jadi, so far oke, so far so good (Selat Hormuz ditutup). Dan kita juga baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Kita akan coba ke investasi di daerah-daerah sekitar Latin Amerika begitu,” ujar Arif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Arif, banyak negara di Amerika Latin yang memiliki potensi migas yang dapat menjadi alternatif sumber pasokan energi Indonesia.
“Ya kita akan cari, kan Latin Amerika itu banyak potensinya, ya. Jadi kita sedang cari banyak negara di sana yang ada potensi migas, gitu,” ucapnya.
“Oh banyak, banyak. Hampir semua Latin Amerika tuh banyak ininya,” sambung Arif.
Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut masih berada pada tahap awal negosiasi dan penjajakan kerja sama.
Arif menjelaskan, proses pencarian dan pengembangan potensi migas di kawasan tersebut nantinya akan dipimpin oleh Pertamina International Exploration.
“Ya, diskusi awal dengan pihak-pihak dari negara mereka, ya kan. Jadi masih sangat early. Tapi yang sudah operasi itu di sana,” imbuhnya.
Baca Juga: PR Besar APBN Disoroti Eks Menkeu meski Defisit Membaik
Iran Tutup Selat Hormuz dan Ancam Kapal yang Melintas
Sebelumnya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh pelayaran internasional hingga waktu yang belum ditentukan menyusul meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat.
IRGC menyatakan dua kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut telah dihantam setelah dianggap melanggar ketentuan yang diberlakukan Iran.
“Mulai saat ini, karena ketidakamanan di kawasan, Selat Hormuz dinyatakan tertutup bagi lalu lintas segala jenis kapal, termasuk tanker minyak dan kapal komersial, dan lalu lintas apa pun akan terdampak,” demikian bunyi pernyataan resmi Markas Besar IRGC yang dikutip dari Tasnim News.
Iran juga memperingatkan seluruh otoritas pelayaran agar tidak mengabaikan instruksi tersebut.
“Dua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal telah dihantam. Kami memperingatkan agar tidak ada kapal yang berangkat dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman. Pendekatan apa pun ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh,” tegas Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan tertulisnya.
Penutupan jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu distribusi minyak mentah dan berbagai komoditas penting lainnya.

[…] Indonesia Cari Migas dari Amerika Latin Usai Hormuz Ditutup […]
[…] Baca Juga : Indonesia Cari Migas dari Amerika Latin usai Penutupan Hormuz […]