Trump Klaim Kelabui Iran dan Angkut Jutaan Barel Minyak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengungkap operasi yang disebutnya sebagai “misi rahasia” di kawasan Selat Hormuz.
Trump mengklaim operasi tersebut memungkinkan Amerika Serikat mengangkut jutaan barel minyak mentah melewati jalur strategis itu tanpa diketahui Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval pada Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, operasi tersebut dijalankan dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi sehingga pihak Iran baru mengetahui keberadaannya setelah ia mengungkapkannya ke publik.
“Sekarang saya bisa mengatakannya. Sesuatu yang belum Anda ketahui,” ujar Trump.
“Tahukah Anda bahwa kita telah mengambil jutaan barel minyak? Tidak ada satu pun yang tahu. Tahukah Anda siapa yang tidak tahu tentang hal itu? Iran, sampai saat ini,” sambungnya.
Baca Juga: Eks Analis CIA Tuduh Trump dan Israel Sabotas Diplomasi Iran
Trump Klaim AS Tenggelamkan Kapal Iran
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim militer AS sempat menenggelamkan puluhan kapal Iran dalam sebuah operasi malam hari.
Menurut dia, operasi tersebut dilakukan dalam kondisi gelap tanpa lampu karena Iran disebut tidak memiliki kemampuan radar yang memadai setelah fasilitas militernya diserang.
“Sebab mereka (Iran) tidak memiliki radar, karena kami telah membombardir fasilitas mereka habis-habisan sebelumnya,” kata Trump.
Namun, pernyataan tersebut mendapat respons berbeda dari kalangan militer AS.
Seorang pejabat militer senior yang berbicara secara anonim menyebut apa yang dimaksud Trump sebagai “misi rahasia” sebenarnya merupakan operasi pengawalan kapal dagang komersial di Selat Hormuz.
Menurut pejabat tersebut, militer AS membantu mengarahkan jalur pelayaran kapal-kapal komersial untuk melewati kawasan yang dianggap berisiko tinggi akibat konflik yang sedang berlangsung.
Meski operasi dilakukan secara senyap dan kapal-kapal diminta mematikan transponder pelacak, pihak militer menilai aktivitas tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya tersembunyi dari pengawasan Iran.
Bahkan, laporan mengenai operasi serupa disebut telah muncul dalam pemberitaan media internasional beberapa waktu lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) dilaporkan telah mengawal sekitar 70 kapal komersial melewati Selat Hormuz sejak konflik meningkat.
Jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut disebut telah mencapai lebih dari 200 kapal dalam kurun sedikit lebih dari satu bulan.
Baca Juga: Negara Teluk Diancam Iran soal Serangan AS-Iran
Kapal Disebut Lewati Jalur Aman Dekat Oman
Pejabat pertahanan AS menolak membeberkan rincian mengenai jenis kapal maupun rute pasti yang digunakan dalam operasi tersebut.
Meski demikian, salah satu pejabat mengindikasikan adanya jalur aman yang sengaja dipilih jauh dari wilayah pesisir Iran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko serangan rudal maupun drone terhadap kapal-kapal yang melintas.
Para analis pelayaran internasional juga menilai kapal-kapal yang dikawal Angkatan Laut AS kemungkinan besar diarahkan melalui jalur selatan yang lebih dekat ke perairan Oman.
Rute tersebut dinilai lebih aman dibandingkan jalur yang berada dekat dengan wilayah teritorial Iran, yang saat ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik di kawasan Teluk.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, dengan sebagian besar ekspor minyak dari Timur Tengah melewati kawasan tersebut setiap harinya.

[…] Trump Klaim Kelabui Iran dan Angkut Jutaan Barel Minyak […]
[…] Trump Klaim Kelabui Iran dan Angkut Jutaan Barel Minyak […]