Kepala BGN Temui Prabowo Bawa “Kabar Bahagia” MBG
Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Nanik mengaku membawa laporan terkait efisiensi anggaran di tubuh BGN.
Nanik menyebut ada “kabar gembira” yang akan ia sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo. Namun, ia belum menjelaskan lebih rinci mengenai isi laporan tersebut.
“Efisiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efisiensi. Mau lapor Pak Presiden efisiensi,” ujar Nanik di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga : Harga Pertamax Naik, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru
Usai memberikan pernyataan singkat, Nanik langsung berjalan menuju area Istana tanpa menjawab lebih jauh pertanyaan awak media.
“Ya lapor dulu Pak Presiden, masa aku lapor ke kalian,” tuturnya.
Program MBG Jadi Sorotan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi perhatian publik setelah sejumlah dapur MBG dilaporkan menghentikan operasional akibat belum cairnya anggaran dari BGN.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, mengungkapkan bahwa puluhan dapur MBG di Kabupaten Bandung Barat sementara berhenti beroperasi.
“Sampai hari kemarin, tercatat ada 40-an SPPG yang berhenti operasi sementara di wilayah Bandung Barat,” kata Ramzi saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, polemik juga muncul dari Sukabumi. Seorang investor bernama Mujazin mengaku telah melakukan penalangan dana untuk proyek dapur MBG perintis. Namun, ia menyebut belum ada penyerahan dapur kepada pihak investor.
Baca Juga : Pertalite dan Solar Dipastikan Harganya Tidak Naik!
Dalam konferensi pers Yayasan Kharisma Cendekia Indonesia (KCI), Minggu (7/6/2026), kuasa hukum investor Ahmad Yazdi memaparkan nilai investasi yang diklaim telah disalurkan.
“Jadi, total uang sebagaimana tertulis, sebagai kontrak Rp 218 miliar 250 juta. Kemudian, dibayarkan secara tahap satu itu Rp 62 miliar 250 juta rupiah. Dibayarkan dalam bentuk cash, transfer, dan lain sebagainya. Itu dibayarkan ke Badan Gizi Nasional,” kata Ahmad Yazdi.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan penjelasan detail mengenai solusi atas persoalan pencairan anggaran maupun polemik investasi proyek dapur MBG tersebut.
