Iran Lepaskan Drone di Selat Hormuz, AS Tembak Jatuh
Iran dilaporkan meluncurkan drone ke arah kapal-kapal yang sedang melintas di Selat Hormuz pada Kamis waktu setempat atau Jumat (12/6/2026) dini hari.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kepada Fox News bahwa Teheran berupaya menyerang kapal komersial yang sedang melakukan transit di jalur pelayaran strategis tersebut.
“Iran berusaha menyerang kapal-kapal komersial yang transit di Selat Hormuz malam ini,” ujar pejabat AS tersebut.
Menurut laporan Reuters, pejabat itu juga menyebut pasukan AS berhasil menembak jatuh dua drone serangan satu arah milik Iran.
Baca Juga : AS Kembali Serang Iran, Tuding Teheran Permainkan Negosiasi
“Pasukan AS menembak jatuh dua drone serangan satu arah Iran,” tambahnya.
Iran Klaim Hentikan Kapal Pelanggar
Di sisi lain, militer Iran menyatakan telah menghentikan “kapal pelanggar” yang mencoba melewati Selat Hormuz.
Sebelumnya, Teheran sempat mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan militer AS di wilayah selatan Iran pada Selasa dan Rabu.
Iran juga mengancam akan menembak kapal yang tetap mencoba melintasi jalur tersebut meski sudah dinyatakan ditutup.
Ketegangan di kawasan meningkat karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.
Trump Klaim Ada Kesepakatan Damai
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mendadak mengklaim negaranya telah mencapai kesepakatan damai besar dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Trump bahkan disebut membatalkan seluruh jadwal pemboman udara ke wilayah Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung malam itu.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Teheran.
Baca Juga : Trump Klaim Iran Minta AS untuk Hentikan Serangan Udara
Media pemerintah Iran, Fars News Agency, menyatakan otoritas Iran belum menyetujui teks apapun terkait nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) dengan Amerika Serikat.
Fars juga menilai langkah Trump merupakan bentuk retret taktis dari ancaman militernya.
Menurut media tersebut, Trump dinilai gagal memasukkan poin-poin baru yang menguntungkan AS ke dalam rancangan kesepakatan yang sebelumnya diajukan Iran.
