AS Kembali Gempur Iran, Trump Tuduh Teheran Permainkan Negosiasi
Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran kembali berlanjut pada Rabu (10/6/2026) di tengah meningkatnya ketegangan setelah perundingan damai dilaporkan mengalami kebuntuan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Amerika melancarkan “serangan pertahanan diri tambahan” pada pukul 17.15 waktu Washington terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut disebut sebagai respons atas apa yang digambarkan militer AS sebagai “agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut”.
Media Iran melaporkan terjadi ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk dekat Selat Hormuz, yang sebelumnya juga menjadi lokasi serangan pada hari sebelumnya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa “proyektil musuh” menghantam wilayah Qeshm, Kargan, dan Sirik.
Baca Juga: Trump dan Israel Sabotase DIplomasi Iran, Tuding Eks Analis CIA
Trump Tuduh Iran Mengulur Negosiasi Damai
Gelombang serangan AS ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump menuduh pihak Iran tidak serius dalam proses perundingan damai.
Ia bahkan menyebut para negosiator Iran telah mempermainkan Amerika Serikat di meja perundingan.
“Kami menghantam mereka dengan keras kemarin. Kami akan menghantam mereka lagi dengan keras hari ini,” kata Trump kepada wartawan.
“Kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan sebuah kesepakatan, tetapi mereka terus mengulur-ulur kami.”
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan bahwa operasi militer kemungkinan masih akan berlanjut.
Ia menyebut serangan tersebut akan tetap berlangsung “kuat” dan “jelas”, bahkan hingga malam berikutnya jika diperlukan.
Di tengah meningkatnya eskalasi, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan memperingatkan risiko konflik dapat berkembang menjadi “perang penuh”.
Dari sisi diplomasi, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menolak keras ancaman dari Washington.
“Tidak ada kesepakatan berkelanjutan yang dapat dicapai melalui ancaman, intimidasi, atau penggunaan kekuatan,” ujarnya.
Meski demikian, upaya diplomatik dilaporkan masih berlangsung terbatas. Seorang diplomat menyebut bahwa perwakilan Qatar telah bertolak ke Teheran untuk membahas upaya meredakan ketegangan.
Baca Juga: Hampir 20 Target Iran Diserang AS, Trump Ancam Balasan Keras
Konflik ini sendiri disebut telah memicu gejolak global, termasuk kenaikan harga energi dan tekanan pada pasar saham dunia, seiring meningkatnya risiko di kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
