Iran Tetapkan Libur Nasional Tiga Hari untuk Pemakaman Ali Khamenei
Pemerintah Iran pada Selasa (23/6/2026) mengumumkan tiga hari libur nasional di ibu kota Teheran untuk memperingati rangkaian upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pengumuman tersebut disampaikan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hassan Hassanzadeh yang bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara pemakaman.
“Upacara perpisahan dan doa untuk jenazah pemimpin yang gugur akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 4 dan 5 Juli, di Grand Mosalla Teheran,” kata Hassanzadeh.
“Pemakaman akan diadakan pada hari Senin, 6 Juli, provinsi Teheran akan libur selama tiga hari ini,” lanjutnya.
Baca Juga : Trump Ancam Gugat Media AS Terkait Laporan Iran
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran akan diliburkan pada 4-5 Juli, sementara seluruh wilayah Iran akan menikmati hari libur nasional pada 6 Juli.
Pemakaman Diperkirakan Dihadiri 20 Juta Orang
Otoritas Teheran memperkirakan jumlah pelayat yang akan menghadiri rangkaian pemakaman mencapai sekitar 20 juta orang.
Besarnya jumlah peserta membuat pemerintah menyiapkan berbagai pengaturan khusus, termasuk penetapan hari libur untuk mendukung kelancaran pelaksanaan acara.
Selain Teheran, kota suci Qom di bagian utara Iran juga akan menyelenggarakan acara penghormatan bagi Ali Khamenei pada 7 Juli.
Sementara itu, prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di kota suci Mashhad di timur laut Iran, yang juga merupakan tempat kelahiran Ali Khamenei.
Pemerintah Iran turut menetapkan hari libur nasional di kedua kota tersebut selama rangkaian penghormatan berlangsung.
Irak Juga Gelar Upacara Penghormatan
Negara tetangga Iran, Irak, dijadwalkan menggelar upacara penghormatan dan pemakaman simbolis untuk Ali Khamenei pada 8 Juli.
Irak memiliki mayoritas penduduk Muslim Syiah dan menjadi lokasi sejumlah situs paling suci dalam tradisi Islam Syiah.
Di antaranya adalah makam Imam Hussein di Karbala dan makam Imam Ali di Najaf yang setiap tahun menjadi tujuan jutaan peziarah dari berbagai negara.
Penyelenggaraan upacara di Irak menunjukkan besarnya pengaruh Ali Khamenei di kalangan komunitas Syiah kawasan Timur Tengah.
Pemakaman Sempat Ditunda karena Konflik Timur Tengah
Rangkaian pemakaman Ali Khamenei sebenarnya sempat dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
Namun, pelaksanaannya ditunda akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Situasi keamanan yang memburuk membuat pemerintah Iran memutuskan menunda prosesi hingga kondisi dianggap memungkinkan untuk menggelar acara berskala besar.
Mojtaba Khamenei Gantikan Ayahnya
Setelah wafatnya Ali Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret 2026.
Baca Juga : Beijing Pasang Platform Terapung di Laut China Selatan
Penunjukan tersebut menjadikannya sosok ketiga yang menduduki posisi pemimpin tertinggi sejak Republik Islam Iran berdiri pada 1979.
Ali Khamenei sendiri memegang jabatan tersebut selama lebih dari tiga dekade setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Menurut laporan yang beredar, Mojtaba Khamenei mengalami luka-luka dalam serangan pengeboman yang menewaskan ayahnya bersama sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.
Sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik.
Komunikasi dengan masyarakat dan dunia internasional sejauh ini dilakukan melalui berbagai pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga terkait di Iran.
