Maduro Serukan Persatuan Usai Venezuela Diguncang Dua Gempa Besar
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang saat ini ditahan di Amerika Serikat, menyerukan persatuan nasional dan solidaritas menyusul bencana gempa besar yang mengguncang negaranya pada Rabu (24/6/2026).
Dalam pernyataan yang disampaikan atas nama dirinya dan istrinya, Cilia Flores de Maduro, ia meminta masyarakat tetap bersatu dalam menghadapi situasi darurat tersebut.
“Hari ini hanya ada satu pesan: persatuan maksimal, solidaritas maksimal, dan tindakan maksimal,” demikian isi pesan yang dikutip CNN.
Baca Juga: Surat Mojtaba Khamenei Dibocorkan Politisi Iran, Tim Negosiator Dituding Langgar Aturan
Maduro juga mengimbau warga untuk saling menjaga, terutama terhadap kelompok rentan di lingkungan masing-masing.
“Jangan biarkan siapa pun sendirian. Biarkan setiap komunitas menjaga anak-anak mereka, para lansia, dan orang-orang yang sakit,” ujarnya sambil mendorong dukungan terhadap tim penyelamat dan tenaga medis.
Ia menegaskan bahwa Venezuela memiliki ketahanan menghadapi berbagai ujian berat sebelumnya dan optimistis negara itu mampu melewati bencana ini dengan kekuatan iman, disiplin, dan solidaritas.
Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu.
Pusat gempa berada sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe, wilayah yang terdampak cukup parah akibat guncangan tersebut.
Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anak-anak, setelah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas.
Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Baca Juga: China Beri Dukungan, Panda Bond RI Terbit Juli 2026
Status Darurat Nasional Ditetapkan
Menanggapi bencana itu, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menetapkan status darurat nasional.
“Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami,” kata Rodriguez dalam pidato video pada Rabu malam waktu setempat.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah wilayah mengalami kerusakan parah, termasuk ibu kota Caracas, serta negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
Bandara utama Venezuela, Maiquetia, juga dilaporkan ditutup sementara akibat kerusakan infrastruktur.
Rodriguez menyebut sedikitnya 20 gempa susulan telah terjadi setelah dua gempa utama tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang menawarkan bantuan, termasuk Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turkiye, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko.
Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah lembaga internasional juga telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan dukungan dalam penanganan pascabencana.
