Washington Bela Diri Usai Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Iran layangkan tuduhan bahwasannya, Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua minggu. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (8/4/2026).
Dalam pernyataannya, Ghalibaf menilai terdapat tiga poin penting dari proposal gencatan senjata Iran yang tidak dipatuhi oleh pihak Amerika Serikat. Salah satu pelanggaran yang disoroti adalah berlanjutnya serangan militer Israel terhadap wilayah Lebanon.
Baca Juga : Israel Sebut Telah Bunuh Naim Qassem Pemimpin Hizbullah
“Ketidakpercayaan mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang-ulang terhadap segala bentuk komitmen, sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali,” tulis Ghalibaf di media sosial X dikutip dari CNBC.
Selain serangan Israel ke Lebanon, Iran juga menuding adanya pelanggaran lain berupa masuknya drone militer Amerika Serikat ke wilayah udara Iran.
Tidak hanya itu, Iran juga menyatakan bahwa Amerika Serikat menolak hak Teheran untuk melanjutkan program pengayaan uranium, yang dianggap sebagai bagian dari kesepakatan yang sebelumnya diajukan.
“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidak masuk akal,” ujar Ghalibaf.
Pemerintah Amerika Serikat membantah tuduhan tersebut, dan memberikan klarifikasi melalui Wakil Presiden JD Vance, yang menyampaikan pernyataan saat melakukan kunjungan ke Hungaria.
Dalam tanggapannya, Vance menyebut bahwa pelaksanaan gencatan senjata memang sering menghadapi berbagai tantangan teknis dan situasional.
“Gencatan senjata selalu rumit,” kata Vance menanggapi dugaan pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone.
Ia juga menegaskan kembali sikap pemerintah Amerika Serikat yang menolak Iran melakukan pengayaan uranium, yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko keamanan global.
Selain itu, Vance menegaskan bahwa wilayah Lebanon tidak pernah secara resmi dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.
“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal dalam konflik di mana mereka dihantam habis-habisan terkait Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan yang tidak pernah sekalipun dikatakan Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka,” ucap Vance.
Sementara itu, laporan dari Associated Press menyebut adanya perbedaan pandangan terkait cakupan wilayah gencatan senjata.
Dalam pengumuman awal kesepakatan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan melalui media sosial bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak hanya berlaku antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga mencakup wilayah lain termasuk Lebanon.
Baca Juga : Iran Gencatan Senjata, Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz!
Pakistan sendiri diketahui berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya, termasuk Israel, dalam upaya meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Perbedaan interpretasi terkait cakupan wilayah gencatan senjata ini, dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.

[…] Washington Bela Diri Usai Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata […]