AS vs Iran: Konflik Panjang yang Dimulai pada 1979
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia di tengah eskalasi yang kian memanas. Ketegangan yang melibatkan kedua negara ini bahkan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik global.
Padahal, sebelum menjadi rival seperti sekarang, Iran dan Amerika Serikat pernah berada dalam satu kubu dengan hubungan yang cukup erat, terutama sebelum Revolusi Islam 1979.
Baca Juga: Trump Izinkan Iran Lakukan Hal ini sebab Perang Timteng Tak Terkendali
Sejarah Konflik Iran dan Amerika Serikat
Sebelum tahun 1979, Iran di bawah pemerintahan shah dikenal sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah.
Namun, hubungan tersebut berubah drastis setelah Revolusi Islam yang menggeser arah politik Iran dan menjauh dari pengaruh Barat.
Tahun 1979: Revolusi Islam
Revolusi Islam 1979 menjadi titik awal retaknya hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Sejak saat itu, Iran mulai melepaskan diri dari pengaruh Amerika Serikat dan memicu konflik kepentingan antara kedua negara.
Tahun 1990-2013: Konflik Nuklir dan Sanksi Internasional
Memasuki era 1990-an, Iran mengembangkan program nuklir yang melibatkan kerja sama dengan negara lain seperti China dan Rusia.
Langkah ini mendapat perhatian dan teguran dari International Atomic Energy Agency (IAEA) serta memicu kemarahan Amerika Serikat.
Akibatnya, Iran dikenai sanksi internasional oleh Dewan Keamanan PBB pada tahun 2006, yang berdampak pada tekanan ekonomi dan memperdalam ketegangan antara kedua negara.
Sanksi tersebut berlangsung hingga tahun 2013, ketika Hassan Rouhani terpilih sebagai Presiden Iran dan membuka ruang dialog terkait isu nuklir.
Tahun 2015: Perjanjian Nuklir (JCPOA)
Pada tahun 2015, Iran dan sejumlah negara dunia mencapai kesepakatan dalam perjanjian nuklir yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Perjanjian ini membatasi pengembangan nuklir Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.
Selain itu, JCPOA juga memberikan akses kepada IAEA untuk mengawasi aktivitas nuklir Iran secara langsung.
Tahun 2018: AS Keluar dari JCPOA
Ketegangan kembali meningkat ketika Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari JCPOA pada 8 Mei 2018.
Keputusan ini memicu kembalinya sanksi terhadap Iran dan memperburuk hubungan kedua negara.
Amerika Serikat menilai perjanjian tersebut tidak menguntungkan, sementara Iran menganggap langkah tersebut sebagai pelanggaran kesepakatan.
Tahun 2023 sampai Sekarang: Eskalasi Konflik
Konflik semakin memanas sejak 2023, terutama setelah peristiwa serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober.
Iran yang disebut memiliki hubungan dengan kelompok tersebut turut terseret dalam eskalasi konflik bersama Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan mencapai puncak ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Iran Ajak Negara Teluk Keluar dari Bayangan AS, Perang Memanas
Penyebab-Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat
Penyebab Konflik Iran dan Amerika Serikat
Sejumlah faktor menjadi pemicu utama konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Mulai dari lepasnya pengaruh Amerika Serikat pasca Revolusi Islam 1979, hingga program nuklir Iran yang memicu sanksi internasional.
Selain itu, keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA juga memperparah hubungan kedua negara.
Faktor lain termasuk konflik kepentingan geopolitik serta serangan terhadap tokoh-tokoh penting Iran.
Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat
Konflik ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga bagi dunia.
Ekonomi Iran sempat mengalami tekanan akibat sanksi internasional.
Di sisi lain, ketegangan ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk gangguan jalur distribusi minyak dunia seperti di Selat Hormuz.
Selain itu, sejumlah negara juga terdampak dari sisi keamanan dan ekonomi akibat konflik yang terus berlangsung ini.
Baca Juga: Dulu Berteman, Kini Bermusuhan: Kisah Iran vs Israel
